Mutiara Pagi: Hijrah (Bagian 2091)

photo author
M Wawan, Journal Nusantara
- Jumat, 16 Januari 2026 | 09:45 WIB
Gajog Hill Camp camping ground dengan fasilitas lengkap dan miliki pemandangan alam yang indah ( youtube Herina Firdausi )
Gajog Hill Camp camping ground dengan fasilitas lengkap dan miliki pemandangan alam yang indah ( youtube Herina Firdausi )

Hijrah adalah janji
antara hati dan Sang Pencipta
bahwa tindakan kita hari ini
akan lebih baik dari hari sebelumnya

Marilah berhijrah
seperti hijrahnya Baginda dan sahabatnya
yang lahir dari keyakinan paling dalam
serta kesetiaan yang tak pernah padam

Hijrah,
tidak sekadar berpindah tempat
tetapi berpindah niat
bahwa cinta kepada kebenaran
selalu membutuhkan keberanian
untuk meninggalkan yang sia-sia
demi masa depan yang lebih bermakna

Marilah berhijrah
seperti hijrahnya ayah dan ibunda kita
hijrah yang nyaris tak terdengar
tapi penuh pengorbanan sangat besar

Mereka meninggalkan lelah
demi senyum kita
mereka relah bersusah payah
hanya demi masa depan kita

meski tidak ditulis dalam sejarah
terukir abadi dalam doa
yang tak pernah putus
mengalir terus menerus

Marilah berhijrah
seperti hijrahnya guru-guru kita
dari ketidaktahuan menuju pencerahan
dari kepentingan diri menuju pengabdian

menyalakan lentera-lentera kecil
di dalam jiwa anak didiknya
dengan sabar dan ikhlas
yang tak mungkin bisa terbalas

dari keinginan untuk dipuji
menuju keikhlasan untuk dilupakan
yang melahirkan generasi demi generasi
menebar ilmu yang penuh kemanfaatan

Marilah berhijrah
seperti hijrahnya orang-orang yang dicintai-Nya
meski tak ada yang memviralkan
hidupnya selalu dipenuhi ketulusan

ucapannya lembut penuh ketenangan
tidak menimbulkan rasa takut tapi kedamaian
mengubah amarah menuju kesabaran
mengubah luka menuju pemaafan

Marilah berhijrah
seperti hijrahnya mereka yang diberi kemuliaan
dari kesombongan menuju kerendahatian
dari merasa benar menuju kesadaran terus belajar
tidak menjadikan kemuliaan untuk meninggi
melainkan sebagai jalan untuk memperbaiki diri

Marilah berhijrah
bukan dengan kegaduhan
melainkan dengan kedamaian
Bukan dengan menghakimi
melainkan dengan saling menghargai

hijrah adalah perjalanan cinta
melatih hati untuk tetap setia
dari gelap menuju cahaya Ilahi
agar tidak tersesat dalam hidup ini

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: M Wawan

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Kedaulatan Pangan Dimulai dari Desa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 19:49 WIB

Mendadak Tua

Sabtu, 18 Juli 2026 | 04:47 WIB

Pagi, Aku Tak Berarti?

Sabtu, 11 Juli 2026 | 05:45 WIB

Jalan Tangguh Iran

Sabtu, 4 Juli 2026 | 12:43 WIB

Saat Regenerasi Menemukan Namanya: Isfhan

Sabtu, 4 Juli 2026 | 12:32 WIB

Menyiapkan Sekoci bagi Penumpang Kapal Retak

Kamis, 2 Juli 2026 | 14:04 WIB

Wahai Mentari Pagi!

Rabu, 1 Juli 2026 | 07:46 WIB

Mencegah Korupsi di Tatar Santri

Selasa, 30 Juni 2026 | 19:34 WIB
X