Dari High Heels ke Apron: Narasi Career Woman To Housewife

photo author
M Wawan, Journal Nusantara
- Sabtu, 10 Januari 2026 | 15:48 WIB
Novira Sabrina, Mahasiswa Magister Universitas Bakrie
Novira Sabrina, Mahasiswa Magister Universitas Bakrie

Inklusivitas Media: Media harus berhenti mengadu domba antara ibu bekerja dan ibu rumah tangga. Keduanya adalah pilihan yang valid. Emansipasi yang sesungguhnya adalah otonomi hak wanita untuk memilih jalannya tanpa tekanan stigma atau romantisasi palsu.

Kesimpulan

Perjuangan wanita karier yang menjadi ibu rumah tangga adalah perjalanan mencari keseimbangan di dunia yang sering kali tidak adil bagi mereka. Identitas seorang wanita tidak seharusnya mati saat ia memasuki ambang pintu rumah.

Dengan menghargai kerja domestik sebagai profesi yang terhormat dan memberikan dukungan struktural yang nyata, kita dapat membantu wanita menjalani transisi ini bukan sebagai sebuah "pengorbanan", melainkan sebagai sebuah fase hidup yang berdaya.

Keberhasilan seorang wanita tidak ditentukan oleh di mana ia berada (kantor atau rumah), tetapi oleh kemampuannya untuk memiliki kendali penuh atas keputusan hidupnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: M Wawan

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Kedaulatan Pangan Dimulai dari Desa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 19:49 WIB

Mendadak Tua

Sabtu, 18 Juli 2026 | 04:47 WIB

Pagi, Aku Tak Berarti?

Sabtu, 11 Juli 2026 | 05:45 WIB

Jalan Tangguh Iran

Sabtu, 4 Juli 2026 | 12:43 WIB

Saat Regenerasi Menemukan Namanya: Isfhan

Sabtu, 4 Juli 2026 | 12:32 WIB

Menyiapkan Sekoci bagi Penumpang Kapal Retak

Kamis, 2 Juli 2026 | 14:04 WIB

Wahai Mentari Pagi!

Rabu, 1 Juli 2026 | 07:46 WIB

Mencegah Korupsi di Tatar Santri

Selasa, 30 Juni 2026 | 19:34 WIB
X