Mensakralkan Guru: Membandingkan Tradisi Penghormatan dalam Buddhisme Vajrayana dan Islam Tasawuf

photo author
Wandi Ruswannur, Journal Nusantara
- Selasa, 14 Oktober 2025 | 20:00 WIB
Pondok Pesantren Lirboyo. (Lirboyo.net)
Pondok Pesantren Lirboyo. (Lirboyo.net)

Memang, di setiap ajaran spiritual ada kelompok yang minimalis dalam penghargaan terhadap guru (seperti Wahabi atau Theravada), dan ada pula yang terlampau menuhankan guru (seperti beberapa komunitas Sai Baba).

Namun, kultur spiritual orang Jawa dan Buddhis Nusantara sejak dulu bersifat seimbang: mensakralkan sosok guru secara sosio-kultural, namun tetap mandiri dalam mengolah batin.

Oleh karena itu, menyimak tayangan viral Trans7 yang mengolok-olok tradisi pesantren terasa kurang sreg. Meskipun tidak menutup mata terhadap kemungkinan adanya skandal feodalisme di beberapa pesantren, kita tidak boleh lantas menggeneralisasi (gebyah uyah) bahwa semua tradisi penghormatan khusus pada guru itu jelek dan pembodohan. Sudah sejak lama saya tahu bahwa Trans7 seringkali menjadi corong suara kelompok yang dangkal kecerdasan olah rasanya dalam menghormati apa yang pantas dihormati.

Halaman:

Artikel Selanjutnya

Festival Sisingaan Subang

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Wandi Ruswannur

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Mendadak Tua

Sabtu, 18 Juli 2026 | 04:47 WIB

Pagi, Aku Tak Berarti?

Sabtu, 11 Juli 2026 | 05:45 WIB

Jalan Tangguh Iran

Sabtu, 4 Juli 2026 | 12:43 WIB

Saat Regenerasi Menemukan Namanya: Isfhan

Sabtu, 4 Juli 2026 | 12:32 WIB

Menyiapkan Sekoci bagi Penumpang Kapal Retak

Kamis, 2 Juli 2026 | 14:04 WIB

Wahai Mentari Pagi!

Rabu, 1 Juli 2026 | 07:46 WIB

Mencegah Korupsi di Tatar Santri

Selasa, 30 Juni 2026 | 19:34 WIB

Yang Harus Digali DPRD Cianjur atas Raperda P2APBD

Minggu, 28 Juni 2026 | 09:30 WIB
X