Journalnusantara.com, Cianjur - Seruan aksi boikot terhadap stasiun televisi Trans7 semakin meluas setelah penayangan program yang dinilai melecehkan martabat kiai dan Pondok Pesantren Lirboyo pada 13 Oktober 2025.
Aksi ini diinisiasi oleh Aliansi Santri Pergerakan dan dijadwalkan akan digelar pada Kamis, 16 Oktober 2025, di Tugu Lampu Gentur dengan dresscode unik: Sarungan (Akhi).
Seruan boikot ini muncul sebagai bentuk protes atas tayangan yang dianggap telah mencederai marwah pesantren se-Indonesia dan melukai perasaan jutaan santri serta alumni.
Trans7, melalui programnya Xpose Uncensored, menayangkan narasi yang menyinggung relasi kiai dan santri, yang dianggap mengarah pada fitnah.
Meskipun pihak Trans7 pada 14 Oktober 2025 telah menyampaikan permohonan maaf secara resmi kepada keluarga besar Pondok Pesantren Lirboyo, Aliansi Santri Pergerakan menilai langkah tersebut belum cukup.
"Kami menuntut pertanggungjawaban moral dan kehati-hatian media yang lebih serius," kata Perwakilan Aliansi, Alief Irfan, Selasa (14/10/2025).
Ia menegaskan bahwa aksi ini merupakan ultimatum moral kepada Trans7 dan seluruh media nasional. “Permintaan maaf tertulis tidak menghapus dampak kerusakan narasi yang sudah tersebar luas. Kami menuntut agar tim redaksi Trans7 wajib menemui dan sowan langsung kepada para kiai di Lirboyo sebagai bentuk tanggung jawab adab,” ujarnya.
Menurut Alief, gerakan ini bukan sekadar protes, tetapi upaya nyata untuk membela kehormatan guru dan lembaga pendidikan yang menjadi benteng moral bangsa. Aksi boikot ini diserukan kepada seluruh santri dan masyarakat Nahdliyin agar tidak menonton atau mendukung program Trans7 hingga tuntutan pertanggungjawaban moral dipenuhi.
“Kami, santri, tidak akan diam ketika kiai dan pesantren dilecehkan. Aksi Sarungan di jalan ini adalah penanda bahwa Santri Indonesia Bergerak untuk menjaga marwah keilmuan dan tradisi keagamaan,” tutup Alief, seraya mendesak Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) untuk memberikan sanksi tegas kepada Trans7.
Artikel Terkait
Integritas: Kekuatan Barisan Jiwa yang Selaras
Festival Sisingaan Subang
Prinsip Dasar dan Klasifikasi Rambu Lalu Lintas
Pesona Indonesia di Mata Dunia: Keindahan Tropis, Budaya Abadi, dan Pengakuan Global
Ustadz Maulana dan Program Islam Itu Indah
Mutiara Pagi: Pengabdian (Bagian 1996)
STISNU Nusantara Tangerang Sukses Gelar Omni Sains Indonesia 2: Wujudkan Kampus Sebagai Rumah Pembinaan Prestasi Sejak Dini
Mutiara Pagi: Ruh Hukum (Bagian 1997)
BEM PTNU Se-Nusantara Kecam Keras Trans7, Narasi Lecehkan Kiai dan Pesantren Lirboyo Dianggap Lukai Jutaan Santri
Definisi Sukses Versi Purbaya: Mati Masuk Surga