Di antara bisu hukum dan gema nurani,
berdiri ruh keadilan menatap lazuardi,
mencari arti di balik suara hati,
yang kehilangan makna tanpa cahaya suci
Keadilan bukan palu yang memukul,
melainkan cahaya yang menembus kabut batin,
menghidupkan hukum agar bisa merangkul,
dengan kasih dan iman di dalam batin
Imam Al-Ghazali berbisik dalam kalbu bening:
“Tanpa keadilan, hukum hanyalah bayang di dinding.”
Ia menanam nurani di setiap huruf dan kata,
agar hukum tak kering dari rahmat Yang Kuasa
Aristoteles bersuara dari lembah Yunani:
“Keadilan, titik tengah antara ego dan lara.”
Kasih dan kebenaran saling berpaut tanpa luka,
menyulam kebajikan di batas hati dan logika
Di sanalah manusia diuji tanpa henti,
antara cinta yang melampaui logika diri,
dan akal yang harus tunduk rendah hati,
kepada kasih yang berakar pada nurani
Jadikanlah hukum taman yang teduh,
tempat ruh dan logika saling bertemu,
agar keadilan tumbuh tanpa takut dan angkuh,
karena kejujuran yang tumbuh di dalam kalbu
Malang, 14 Oktober 2025
Salam sehat,
M. Sinal
Artikel Terkait
LP3H PCNU Cianjur Buka Peluang Emas: Sosialisasi dan Rekrutmen Pendamping Halal Berinsentif Fantastis!
Menemukan Cahaya di Tengah Kegelapan Hidup
Menjalani Hidup Normal
Integritas: Kekuatan Barisan Jiwa yang Selaras
Festival Sisingaan Subang
Prinsip Dasar dan Klasifikasi Rambu Lalu Lintas
Pesona Indonesia di Mata Dunia: Keindahan Tropis, Budaya Abadi, dan Pengakuan Global
Ustadz Maulana dan Program Islam Itu Indah
Mutiara Pagi: Pengabdian (Bagian 1996)
STISNU Nusantara Tangerang Sukses Gelar Omni Sains Indonesia 2: Wujudkan Kampus Sebagai Rumah Pembinaan Prestasi Sejak Dini