Definisi Sukses Versi Purbaya: Mati Masuk Surga

photo author
Wandi Ruswannur, Journal Nusantara
- Selasa, 14 Oktober 2025 | 14:31 WIB
Potret Pak Purbaya dengan kebijakan penolakan untuk menggunakan APBN mengenai kereta cepat Whoosh yang menjadi sorotan akibat utang membengkak hingga Rp116 triliun. ( (Instagram/@purbayayudhi_official))
Potret Pak Purbaya dengan kebijakan penolakan untuk menggunakan APBN mengenai kereta cepat Whoosh yang menjadi sorotan akibat utang membengkak hingga Rp116 triliun. ( (Instagram/@purbayayudhi_official))

Oleh: Spiritual Motivations MUN-Solutions

Dalam dunia yang dikuasai angka, grafik, dan laporan keuangan, definisi sukses sering kali diukur dengan seberapa tinggi seseorang mampu menaikkan kurva kekayaannya.

Banyak yang menganggap sukses berarti memiliki rumah megah, jabatan prestisius, rekening gemuk, atau bahkan pengaruh besar di ruang publik.

Namun, di tengah hiruk-pikuk kompetisi dunia ini, pernyataan Menteri Purbaya Yudhi Sadewa mengguncang paradigma banyak orang: “Definisi sukses adalah mati masuk surga.”

Pernyataan ini sederhana, namun sangat dalam secara spiritual dan filosofis. Ia menembus batas antara ekonomi dan eskatologi, antara dunia yang sementara dan kehidupan yang abadi.

Kalimat itu mengandung pesan bahwa kesuksesan sejati bukan hanya tentang apa yang dicapai di dunia, melainkan tentang apa yang dibawa ke akhirat.

1. Perspektif Spiritual: Sukses yang Melampaui Dunia

 

Secara spiritual, terutama dalam ajaran Islam, fokus utama adalah keselamatan abadi.

Dalam Al-Qur’an, Allah SWT berfirman:

"Barang siapa yang dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung (sukses).” (QS. Ali Imran: 185)

Ayat ini menegaskan bahwa keberhasilan duniawi hanyalah sementara, sedangkan keberhasilan sejati adalah keselamatan di akhirat.

Dalam pandangan ini, sukses bukan sekadar having more, tetapi being more, menjadi pribadi yang lebih bermanfaat, dan lebih dekat kepada Tuhan.

Rasulullah SAW juga bersabda: “Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.” (HR. Ahmad)

Halaman:

Artikel Selanjutnya

Menjalani Hidup Normal

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Wandi Ruswannur

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Mendadak Tua

Sabtu, 18 Juli 2026 | 04:47 WIB

Pagi, Aku Tak Berarti?

Sabtu, 11 Juli 2026 | 05:45 WIB

Jalan Tangguh Iran

Sabtu, 4 Juli 2026 | 12:43 WIB

Saat Regenerasi Menemukan Namanya: Isfhan

Sabtu, 4 Juli 2026 | 12:32 WIB

Menyiapkan Sekoci bagi Penumpang Kapal Retak

Kamis, 2 Juli 2026 | 14:04 WIB

Wahai Mentari Pagi!

Rabu, 1 Juli 2026 | 07:46 WIB

Mencegah Korupsi di Tatar Santri

Selasa, 30 Juni 2026 | 19:34 WIB

Yang Harus Digali DPRD Cianjur atas Raperda P2APBD

Minggu, 28 Juni 2026 | 09:30 WIB
X