Naratas Jalan Lawas: Antara Romantika Akar dan Ironi Bangsa yang Lupa Diri

photo author
Wandi Ruswannur, Journal Nusantara
- Rabu, 18 Juni 2025 | 20:51 WIB
Ilustrasi jalan tol Yogyakarta–Solo (pexels.com)
Ilustrasi jalan tol Yogyakarta–Solo (pexels.com)

Naratas sebagai Tindakan Perlawanan

Menapak jalan lawas adalah tindakan subversif di tengah arus globalisasi dan kapitalisme budaya. Ia adalah bentuk perlawanan terhadap hegemoni modernitas yang meratakan segalanya menjadi statistik, market, dan tren.

Dalam pandangan Paulo Freire, kesadaran kritis (conscientization) lahir ketika individu memahami posisi historisnya dalam struktur sosial. Maka menelusuri jalan lawas adalah membebaskan diri dari alienasi budaya.

Naratas berarti menolak jadi budak narasi dominan. Ia adalah upaya untuk merebut kembali ruang hidup, bahasa ibu, tradisi tutur, dan ingatan kolektif.

Ia menolak simplifikasi sejarah menjadi sekadar perayaan formal. Ia menuntut kontemplasi, kesungguhan, dan keberanian untuk mengatakan: "Kami bukan hanya penonton dalam sejarah kami sendiri!"

Jalan Pulang bagi Bangsa yang Tersesat

Kita telah terlalu lama berjalan di jalan yang tak kita pahami. Jalan-jalan yang dibangun oleh kekuasaan yang tak mengenal akar. Jalan-jalan yang menjauhkan kita dari nilai, kearifan, dan spiritualitas.

Kini saatnya naratas. Bukan sekadar mengenang, tetapi menghidupkan kembali. Bukan sekadar menapak, tetapi merestorasi makna.

Jalan lawas harus menjadi peta jiwa kita mengingatkan bahwa bangsa yang besar bukan hanya yang mampu membangun gedung pencakar langit, tetapi yang mampu memelihara jejak-jejak kaki leluhur dengan hormat dan sadar.

Karena jalan yang tak mengenal asalnya, akan selalu tersesat di tengah arus waktu.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Wandi Ruswannur

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Korupsi Musuh Pancasila

Senin, 1 Juni 2026 | 17:49 WIB

Lima Sila sebagai Lima Luka

Senin, 1 Juni 2026 | 08:25 WIB

Refleksi Tentang Kesetaraan Gender

Sabtu, 30 Mei 2026 | 08:53 WIB

Qurban dan Kepedulian Sosial

Selasa, 26 Mei 2026 | 21:04 WIB

Dua Wajah Indonesia

Selasa, 26 Mei 2026 | 04:34 WIB

Mengapa Indonesia Sulit Maju?

Minggu, 24 Mei 2026 | 08:07 WIB

Rekacipta Indonesia

Sabtu, 23 Mei 2026 | 08:16 WIB

Perangai Islam Ilmiah

Sabtu, 23 Mei 2026 | 08:13 WIB

Sistem AHWA dalam Pemilihan Ketua Umum PBNU

Jumat, 22 Mei 2026 | 05:29 WIB
X