Dengan pagi kita belajar
Bahwa matahari akan bersinar
Betapa perlu kita pahami
Bahwa hidup silih berganti
Menerima dan melepaskan
Adalah siklus kehidupan
Seperti embun jatuh perlahan
Setelah menempel di dedaunan
Ada pelajaran tersembunyi
Bahwa tenang pilihan hati
Bahagia pun sederhana
Selalu syukuri apa yang ada
Dengan pagi kita belajar
Setelah gelap terbitlah terang
Selama niat dan tujuan benar
Hati damai, pikiran tenang
Dengan pagi kita belajar
Hidup ini hanya sebentar
Jika dendam dipelihara
Hati gelap tanpa cahaya
Semakin kuat ia digenggam
Akan menyala tak akan padam
Takkan ada ketenangan batin
Kecuali hanya membenci orang lain
Malang, 17 Juni 2025
Salam sehat,
M. Sinal
Artikel Terkait
Kadang, Rehat Itu Perlu
Potensi Itu Bukan Hilang, Cuma Belum Kamu Ajak Ngobrol
Makan Enak, Tapi Tetap Bergizi? Bisa Kok!
Mutiara Pagi: Fenomena Keserakahan (Bagian 1873)
Rezza Gustya dan Riska Damayanti Nahkodai PMII STISIP Guna Nusantara: Semangat Baru dari RTK ke-VII untuk Pergerakan Masa Depa
PMII STISIP Guna Nusantara Cianjur Gelar RTK Ke-VII, Perkuat Kesatuan dan Kaderisasi
Analisis Dampak Potensial Konflik Iran-Israel, Ancaman Ekonomi Global dan Lokal
Kerusakan Citra Raja Ampat Akibat Tambang Nikel: Ancaman bagi "Surga Terakhir di Bumi"
Saatnya Memberi "Titik Tekan" pada Upaya Meragamkan Pola Makan
KH Abbas Abdul Jamil Buntet, Selangkah Menuju Pahlawan Nasional