Noda Hitam Kekhalifahan: Membedah Kebobrokan Turki Utsmani hingga Runtuhnya Khilafah

photo author
Wandi Ruswannur, Journal Nusantara
- Kamis, 15 Mei 2025 | 06:41 WIB
Sejarah Orhan Ghazi pemimpin Turki Usmani yang dicintai oleh kaum Nasrani (Akşam)
Sejarah Orhan Ghazi pemimpin Turki Usmani yang dicintai oleh kaum Nasrani (Akşam)

Menolak Ilmu, Menolak Masa Depan

Ketika Eropa maju lewat revolusi sains dan industri, Kekhalifahan Utsmani masih larut dalam nostalgia masa silam. Percetakan baru diizinkan dua abad setelah Eropa menggunakannya. Melek huruf hanya 2–3% pada 1800, jauh tertinggal dari Inggris yang sudah mencapai 50% (Stanford J. Shaw, History of the Ottoman Empire and Modern Turkey).

Janissary: Dari Garda Elit Menjadi Mafia Politik

Pasukan Janissary awalnya kekuatan elit, berubah menjadi kekuatan bayangan yang mengendalikan kekuasaan. Mereka bahkan membunuh sultan yang tidak mereka sukai. Akhirnya, Sultan Mahmud II membubarkan mereka secara brutal dalam peristiwa Auspicious Incident tahun 1826.

Runtuhnya Kekhalifahan: Sebuah Keniscayaan

Setelah Perang Dunia I, Kekhalifahan menjadi simbol kosong. Mustafa Kemal Atatürk membubarkan institusi ini pada 3 Maret 1924. Banyak yang mencacinya, tetapi sedikit yang mengakui bahwa kekhalifahan telah menjadi beban sejarah. Arnold Toynbee menyimpulkan:

“The Ottoman Empire died not because it was attacked from without, but because it rotted from within.”

Kini, ketika sebagian umat Islam kembali meneriakkan “Tegakkan Khilafah!”, pertanyaannya: khilafah yang mana? Yang membunuh saudaranya? Yang membungkam akal sehat? Yang membantai atas nama agama?

Meromantisasi Kekhalifahan Utsmani tanpa menguliti boroknya adalah kemunduran berpikir. Jika umat ingin menatap masa depan, bukan khilafah yang harus dikembalikan, tapi kesadaran etis, keadaban publik, dan semangat kritis yang lahir dari nilai bukan nostalgia.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Wandi Ruswannur

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Kepemimpinan yang Dibutuhkan NU

Selasa, 18 Agustus 2026 | 22:12 WIB

Merdeka dari Kemiskinan

Senin, 17 Agustus 2026 | 11:32 WIB

Diantar Sosiologi

Minggu, 9 Agustus 2026 | 15:57 WIB

Refleksi atas Berakhirnya UHC di Kabupaten Cianjur

Senin, 3 Agustus 2026 | 20:08 WIB

Berguru pada Pohon

Minggu, 2 Agustus 2026 | 10:24 WIB

Memerdekakan Meja Makan, Memerdekakan Bangsa

Rabu, 22 Juli 2026 | 05:52 WIB

Sesudah Perayaan

Selasa, 21 Juli 2026 | 07:13 WIB
X