POKIR DPRD: Antara Aspirasi Rakyat dan Potensi Transaksi Tersembunyi?

photo author
Wandi Ruswannur, Journal Nusantara
- Selasa, 13 Mei 2025 | 10:00 WIB
Gedung Sate Ikon Kota Bandung. (Instagram/@humas_jabar)
Gedung Sate Ikon Kota Bandung. (Instagram/@humas_jabar)

Pada akhirnya, seperti filosofi Sunda yang dikutip, "saeutik kudu mahi, loba kudu aya sesa" (sedikit harus cukup, banyak harus ada sisa), integritas dan hati nurani para wakil rakyat menjadi kunci.

Rakyat menanti pembuktian bahwa POKIR benar-benar berpihak pada kepentingan mereka, bukan sekadar menjadi alat transaksi terselubung.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Wandi Ruswannur

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Kedaulatan Pangan Dimulai dari Desa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 19:49 WIB

Mendadak Tua

Sabtu, 18 Juli 2026 | 04:47 WIB

Pagi, Aku Tak Berarti?

Sabtu, 11 Juli 2026 | 05:45 WIB

Jalan Tangguh Iran

Sabtu, 4 Juli 2026 | 12:43 WIB

Saat Regenerasi Menemukan Namanya: Isfhan

Sabtu, 4 Juli 2026 | 12:32 WIB

Menyiapkan Sekoci bagi Penumpang Kapal Retak

Kamis, 2 Juli 2026 | 14:04 WIB

Wahai Mentari Pagi!

Rabu, 1 Juli 2026 | 07:46 WIB

Mencegah Korupsi di Tatar Santri

Selasa, 30 Juni 2026 | 19:34 WIB
X