Suatu malam bersama K.H. Abdul Wahid Maktub
Kita hidup di antara bisikan tasbih
Diberi kebebasan untuk memilih
Merajut zikir dengan pikir
Serta membasuh pikir dengan zikir
Zikir adalah denyut kesadaran
Suara hati mengetuk pintu Tuhan
Pikir sarana mencari kebenaran
Agar kita memahami keagungan Tuhan
Zikir dan pikir yang kita lakukan
Dua benang yang saling menguatkan
Keduanya tak pernah saling meniadakan
Bagai siang-malam berganti keindahan
Jika lahir dari keikhlasan
Seperti api yang abadi
Jika hanya untuk pencitraan
Takkan menyala di dalam hati
Terombang-ambing dalam fatamorgana
Hanya mengejar bayang-bayang semu
Seperti raga berjalan tanpa jiwa
Hampa arah, ke mana hendak menuju
Zikir dapat membuat hati tenang
Pikir dapat menjadikan sebagai pemenang
Semakin sering nama Tuhan disebut
Seperti menggiring rahmat Tuhan selalu ikut
Jakarta, 11 Mei 2025
Salam sehat,
M. Sinal
Artikel Terkait
Pulau Onrust, Jejak Sejarah Kolonial di Kepulauan Seribu
Kebudayaan sebagai Fondasi Identitas Bangsa dalam Perspektif Ahli Antropologi
UNSUR Cianjur Gelar Kuliah Umum Keolahragaan, Bahas Strategi Pembangunan Olahraga Daerah
Mutiara Pagi: Merawat Harapan (Bagian 1836)
Hukum Reksa Dana
Rekor Baru Cadangan Beras
Keindahan Mistis Pantai Parangtritis, Pesona Alam Yogyakarta
Seni Mengelola Keuangan dengan Baik dan Benar
Setetes Darah dengan Sejuta Harapan, Aksi Donor Darah dalam Kemeriahan Pesta Rakyat
Stand Sudut Gelap Maska CS, Panggung Ekspresi dari Relung Terpendam