Biarlah salah satu di antara tetes air mata itu disambut oleh langit. Menjadi pertanda dikabulkannya oleh Allah sebagai doa yang mustajab. Menjadi saksi keikhlasan kita di hadapan Allah.
*Penulis adalah Corporate Legal Consultant, ahli bahasa hukum, founder Pena Hukum Nusantara (PHN), dan dosen Polinema.
Artikel Terkait
Cahaya Malam Seribu Bulan
Mutiara Pagi: Yang Terukir di Langit Ramadan (Bagian 1790)
Ramadhan Penuh Berkah: PPLIPI Cabang Cianjur Gelar Acara Ceria Bersama Ketua DPRD dan Penceramah Kak Mal
Pasang Surut Suku Batak
Ambisi Penyerapan Gabah Nasional
Tafarruqon dan Buka Bersama: Merajut Ukhuwah di Pondok Pesantren Nurul Hikmah Assalafy
Keindahan dan Kenyamanan Menginap di Grand Aston Puncak Cianjur: Tempat Ideal untuk Relaksasi
DEMA STAI Al-Azhary Hadirkan Iftar Raya: Momentum Silaturahmi dan Diskusi Mahasiswa
Juara Piala Teluk Arab 2025 Tumbang Oleh Timnas Garuda di GBK
Mutiara Pagi: Ziarah Jiwa di Bulan Suci (Bagian 1791)