Oleh sebab itu, setiap hamba yang beriman, tidak akan ragu untuk mencari malam itu. Semua berharap berada di bawah cahaya yang menjadikan malam lebih bercahaya dari siang. Sebab, malam itu adalah perjumpaan cinta yang sejati, antara Sang Pencipta dan hamba-Nya yang selalu menanti untuk kembali.
Semoga kita termasuk orang-orang yang menemukan cahaya dalam keheningan. Menemukan rahmat dalam malam yang sunyi. Membawa berkahnya ke dalam seluruh kehidupan kita. Aamiin.
*Penulis adalah Corporate Legal Consultant, ahli bahasa hukum, founder Pena Hukum Nusantara (PHN), dan dosen Polinema.
Artikel Terkait
Menjadi Ulul Albab
RUU TNI Triger Kemarahan Rakyat yang Sudah Tidak Percaya Rezim Prabowo
Prabowo dan Sri Mulyani Berbeda Sikap Terkait Bursa Saham
Mutiara Pagi: Wasilah Ramadan (Bagian 1788)
Hening yang Mengajarkan Makna
Karang Taruna Cibinong Gelar Santunan Anak Yatim dan Bagi Takjil di Bulan Ramadhan
Mutiara Pagi: Xerosis di Dalam Jiwa (Bagian 1789)
Aksi Anarki: Membangun Kota, Merobohkan Istana
SSB Crab United Cianjur, Sekolah Sepak Bola Berprestasi yang Siap Mengasah Bakat Generasi Muda
Beasiswa Indonesia Bangkit 2025 Kemenag Dibuka, Siapkan Dokumen dan Segera Daftar!