Hidup adalah sebuah perjalanan menuju Allah, dan ‘Ibadurrahman adalah para pengembara yang telah menemukan jalannya.
Mari kita jadikan tulisan ini sebagai panggilan untuk bersama melangkah di jalan yang sama, menapaki jejak-jejak mereka yang telah mendahului kita, dan meneladani sifat-sifat mulia yang Allah cintai.
Sebagaimana bunga yang mekar memberikan keharuman, begitu pula manusia yang paripurna menyebarkan kebaikan di mana pun ia berada.
Semoga setiap langkah kita di dunia ini menjadi saksi bagi ketundukan kita kepada Allah, setiap doa kita menjadi penghubung yang mengantarkan kita kepada rahmat-Nya, dan setiap amal kita menjadi bekal yang memudahkan kita menuju surga-Nya.
Wahai jiwa yang mendamba kebahagiaan sejati, ketahuilah bahwa ia tidak terletak pada apa yang terlihat di dunia ini, tetapi pada kedekatan dengan-Nya yang abadi. Mari, kita letakkan segala ambisi duniawi, kita sandarkan diri sepenuhnya kepada-Nya, dan kita buktikan cinta kita kepada Sang Pemilik segala cinta dengan menjadi ‘Ibadurrahman yang sejati.
Semoga setiap denyut nadi, setiap helaan napas, dan setiap detik waktu kita adalah persembahan untuk-Nya, hingga akhirnya kita dipanggil kembali dengan panggilan yang penuh cinta:
"Hai jiwa yang tenang, kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang ridha dan diridhai. Masuklah ke dalam golongan hamba-hamba-Ku, dan masuklah ke dalam surga-Ku." (QS. Al-Fajr: 27-30).
Artikel Terkait
Universitas Muhammadiyah Riau Jurusan Ilmu Komunikasi Gelar Sosialisasi Pemberantasan Perilaku Korupsi bagi Gen X
Sultan Demak II di Gunung Ciremai dan Ramalan Kabar Kematiannya
Bahasa Tak Bersuara yang Dituturkan Taqdir
Mutiara Pagi: Kebaikan adalah Jendela (Bagian 1739)
Tempo Dulu: Perempuan Eropa di Jakarta
Pesawat N-219 Nurtanio
Silsilah Keluarga Raja Demak
Inilah yang membuat Majapahit Tenggelam
Mutiara Pagi: Cahaya Kemanusiaan (Bagian 1740)
Kebakaran Los Angeles, Azab dan Hoax