Apa yang digarap Pemerintahan Jokowi di tahun-tahun terakhir kepemimpinannya, benar-benar telah berada dalam track yang betul. Segenap komponen bangsa, mesti bahu membahu meningkatkan produksi beras secara nasional. Perluasan areal tanam dan percepatan masa tanam, penting dijadikan prioritas kebijakan dan dikemas dalam bentuk gerakan masyarakat.
Kebijakan Pemerintah menambah dua kali lipat alokasi pupuk bersubsidi, dari 4,7 juta ton menjadi 9,55 juta ton, patut diberi acungan jempol. Ini perlu disampaikan, karena pupuk merupakan faktor penentu meningkatkan produktivitas padi per hektar. Coba kalau kebijakan seperti ini ditempuh 5 tahun lalu, boleh jadi masalah pupuk bersubsidi tidak akan selalu dikeluhkan para petani setiap musim tanam tiba.
Swasemvada beras, seharusnya kita kejar terlebih dahulu. Peluang meraih swaselbada beras, ditengarai lebih membuka peluang untuk diwujudkan, ketimbang swasembada pangan. Swasembada beras, kini sudah berada dihadapan kita. Tinggal sekarang, bagaimana menggarapnya dan menerapkan dari "bahasa politik" menjadi "bahasa realitas". (PENULIS, KETUA DEWAN PAKAR DPD HKTI JAWA BARAT).
Artikel Terkait
Profesi Paling Dipercaya, Guru hingga Pejabat Siapa Paling Unggul?
Rapat Pleno Tengah Racana Abdiningrat: Dari Evaluasi Hingga Arah Baru Kepemimpinan
Resmi Demisioner Fauzi Rohmat, M. Agung Febriansyah Terpilih Sebagai Ketua Dewan Racana Abdullah Bin Nuh
Tabah Sampai Akhir: Pembekalan Pra Pendidikan JABAL Al-Azhary Cetak Calon Pecinta Alam Tangguh
Mutiara Pagi: Zaman Edan (Bagian 1733)
Kajian Teknik Persidangan, Bukti Komitmen Rayon Tarbiyah Tingkatkan Kualitas Kader
Polisi Pelayan dan Pengayom Masyarakat atau Pembuat Celaka?
Pose Cantik Angel Karamoy Bikin Mata Gak Mau Berkedip
Pesan Alam dan Kehidupan dibalik Rahasia Menakjubkan
Mutiara Pagi: Ada Cahaya Keadilan (Bagian 1734)