Dari singgasana Mahkamah Konstitusi
Ada cahaya keadilan menyentuh hati
Mengurai gelap yang sekian lama
Dirasakan oleh sejumlah abdi negara
Agar mereka dapat bersuara
Di hadapan majelis hakim yang mulia
Demi tegaknya hukum dan keadilan
Demi membela mereka yang terpinggirkan
Dalam sunyi yang hampir menjadi kekal
Ada cahaya keadilan dari singgasana itu
Dari sanalah cahaya keadilan itu berawal
Membebaskan abdi negara dari belenggu
Lidah mereka yang diikat oleh regulasi
Kini terlepas oleh sentuhan hati nurani
Setelah Mahkamah itu membuka jalan
Dengan palu di persidangan
Semua bagai janji
Bahwa keadilan akan terus hidup
Merambat dalam hati yang berani
Bahwa keadilan tidak pernah redup
Ada cahaya di sanggasana itu
Cahaya keadilan pelepas belenggu
Agar abadi negara tak lagi takut
Membela hak mereka yang terenggut
Malang, 7 Januari 2025
Salam sehat,
M. Sinal
Artikel Terkait
Apa yang Allah Inginkan Saat Kita Stres?
Gunung Kilimanjaro Tertinggi di Afrika
Profesi Paling Dipercaya, Guru hingga Pejabat Siapa Paling Unggul?
Rapat Pleno Tengah Racana Abdiningrat: Dari Evaluasi Hingga Arah Baru Kepemimpinan
Resmi Demisioner Fauzi Rohmat, M. Agung Febriansyah Terpilih Sebagai Ketua Dewan Racana Abdullah Bin Nuh
Tabah Sampai Akhir: Pembekalan Pra Pendidikan JABAL Al-Azhary Cetak Calon Pecinta Alam Tangguh
Mutiara Pagi: Zaman Edan (Bagian 1733)
Kajian Teknik Persidangan, Bukti Komitmen Rayon Tarbiyah Tingkatkan Kualitas Kader
Polisi Pelayan dan Pengayom Masyarakat atau Pembuat Celaka?
Pose Cantik Angel Karamoy Bikin Mata Gak Mau Berkedip