Tidak ada seorang pun dalam hidup ini yang ingin bangkrut. Dalam setiap aktivitas yang dilakukannya pasti yang ada di benaknya adalah keuntungan dan keuntungan.
Bahkan ada pula yang berprinsip dengan modal seminim-minimnya tapi dapat untung yang sebesar-besarnya. Ada pula yang cukup ingin untung kecil-kecilan tapi berlangsung secara terus-menerus, alhasil semuanya ingin mendapatkan keuntungan dari apa yang dilakukannya.
Sungguh merugi jika perdagangan itu bangkrut , semua orang berusaha pasti berusaha untuk sukses dan tidak pernah bangkrut sekuat tenaga dan menghindar penyebab kebangkrutan dengan segala cara.
Amal kebaikan yang kita peroleh dengan susah payah di dunia tentunya berharap dapat menerima pahalanya kelak di akhirat, jangan sampai kelak kita bangkrut di hadapan pengadilan Allah SWT karena telah melakukan berbagai dosa yang dapat menghabiskan semua pahala kebaikan kita di dunia bahkan menjadi beban dosa karena ulah kita sendiri.
Saat ini caci maki polemik nasab di medsos kiranya perlu diperhatikan dan dijaga agar tidak menjadi sebab kita bangkrut kelak di akhirat, kebencian terhadap habaib janganlah membuat kita berbuat dzalim dengan menyebarkan tulisan atau konten YouTube penuh kebencian di medsos karena itu kelak akan menjadi beban berat di Akhirat.
Sabda Nabi Muhammad SAW : “Sesungguhnya orang yang bangkrut dari umatku datang dihari kiamat membawa salat, puasa dan zakat. Dia datang pernah mencaci orang ini, menuduh (mencemarkan nama baik) orang ini, memakan (dengan tidak menurut jalan yang halal) akan harta orang ini, menumpahkan darah orang ini dan memukul orang ini.
Maka kepada orang tempat dia bersalah itu diberikan pula amal baiknya. Dan kepada orang ini diberikan pula amal baiknya. Apabila amal baiknya telah habis sebelum hutangnya lunas, maka, diambil kesalahan orang itu tadi lalu dilemparkan kepadanya, sesudah itu dia dilemparkan ke neraka (HR. Muslim).
Menurut Nabi ﷺ , yang namanya orang bangkrut atau muflis itu adalah orang yang melakukan shalat, puasa, zakat dan pada hari kiamat diterima amalannya, sehingga dia mendapat pahala. Namun ada masalah yang membelit dirinya, yaitu dia melakukan berbagai tindak kezhaliman yang hari ini dianggap biasa namun dosanya sungguh tidak ringan.
Mencaci maki, menghina, mengutuk saudara sesama Muslim, Menuduh tanpa bukti atau di kalangan kita disebut dengan memfitnah. Melakukan Qadzaf berupa ucapan terkait masalah kehormatan nasab keturunan dan melemparkan tuduhan tanpa bukti kepada seseorang bahwa dia bukan anak satu kabilah itu sama telah menuduh ayah mereka melakukan zina atau perbuatan yang semakna dengan hal itu. Saya kuatir polemik kebencian nasab telah menjadi qadzaf terhadap kelompok tertentu tanpa disadari.
Akibat dari kezhaliman tersebut kelak kita harus menebus kesalahannya dengan cara membayarnya dengan kebaikan-kebaikan yang kita miliki, karena tidak ada lagi uang tebusan untuk membayar denda di akhirat. Dan bila deposit kebaikannya sudah habis dan belum impas tebusan dosa-dosa tersebut, maka mau tidak mau kita harus menampung transferan dosa dari orang yang dia zhalimi sampai impas.
Akibatnya jelas, kita tidak lagi punya kebaikan dan bahkan daftar dosanya malah bertambah banyak. Timbangan amalnya jelas berat sebelah di daun timbangan keburukan, karena di daun timbangan kebaikannya sudah kosong melompong.
Akhirnya kita kelak harus menebus semua dosa dengan menjalani siksaan di Neraka. Saat menyaksikan proses transfer keburukan orang yang dizhalimi akan terbayang dibenak kita bahwa nasib akan pasti celaka karena jelas akan dilemparkan ke dalam neraka yang bahan bakarnya manusia dan bebatuan panas lainnya. Wal-‘iyadzu Billah...
Marilah berhentilah membuat konten kebencian terhadap siapapun, kelak kita akan mempertanggungjawabkan amal perbuatan kita sendiri di hadapan pengadilan Allah SWT.
Artikel Terkait
Mutiara Pagi: Kesunyian (Bagian 1719)
Helping Our "Singles" (Unmarried Members) of Our Community to Marry
Momentum Hari Ibu, Menuju Perempuan Berdaya dan Setara
Kekuatan Umat Ada pada Persatuan
Mutiara Pagi: Menemukan Cinta Ilahi (Bagian 1720)
Karya Seni Yos Suprapto, Pemberontakan dan Ketakutan Penguasa
Menggagas Masa Depan Pendidikan: Selamat kepada Para Finalis Putra Putri Pendidikan Jawa Barat 2025
Pelantikan Bersejarah: Mahasiswa PPL Pramuka Al-Azhary Cianjur Bentuk Karakter Pemimpin Tangguh
Resmi Mendaftar, Fauzi-Sahrul Raih Nomor Urut 01: Siap Wujudkan Revolusi BEM STAI Al-Azhary Cianjur
Misteri Situs Batu Panjang: Warisan Megalitikum yang Tersembunyi di Hutan Pinus