Oleh: Deni Abdul Kholik (Ketua PC ISNU Cianjur)
Pimpinan Pusat (Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama) PP ISNU melaksanakan Kongres atau pertemuan besar ke III di Asrama Haji Balikpapan Provinsi Kalimantan Timur selama tiga hari Jumat Sabtu dan Minggu 29, 30 November dan 1 Desember tahun 2024.
Pengurus ISNU Jawa Barat dan kabupaten kota mengirimkan delegasi perserta untuk mengikuti Kongres, peserta dari pengurus Isnu Jawa Barat mengirimkan 5 orang delegasi.
Dari mulai Ketua PW Jabar, Prof Dr Hj Ulfiah, M.Si, CPCE.MCE, Sekretaris Dr Darurui, S.Ag, M.Pd.i, Bendahara Dr Hj Betty Trisnawati, M.I.Kom. lalu Wakil Ketua Dr Ety Muflihah, M.Pd (istri dari Rois Syuriah PC NU Cianjur, KH Kamali Abdul Gani Pimpinan Pondok Pesantren Al-Ittihad Cianjur dan Bahar Makarim, S.Psi putra dari Dr Ety Muflihah, M.Pd dan KH Kamali Abdul Gani.
Sedangkan dari PC ISNU Cianjur mengirimkan 3 orang, masing masing Ketua PC Deni Abdul Kholik M.AP, Bendahara, Adah Aliyah M.Pd dan Wakil Ketua Ujang Marpudin ST.
Di lokasi Kongres, alhamdulillah kami bertemu dengan para pengurus se Indonesia, dari mulai tingkat pusat, provinsi atau wilayah dan kabupaten, kota. Kami disini bukan hanya mengikuti Kongres, tetapi dapat silaturahmi dengan para pengurus, sambil tukar pikiran untuk kemajuan organisasi dan lainnya.
Mayoritas pengurus ISNU merupakan akademisi, mereka bekerja menjadi dosen atau di struktural kampus. Baik kampus negeri dan swasta, ada juga menjadi pejabat baik tingkat kabupaten, kota, provinsi dan pusat. Meski begitu,ada juga yang di swasta mengelola lembaga pendidikan dan lainnya.
Kembali kepada acara Kongres ke 3. Acara dibuka Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf, sebelum dilaksanakan pembukaan terlebih dahulu dilaksanakan sambutan-sambutan dari mulai Walikota Balikpapan yang menyambut peserta kongres dengan hangat.
Sambutan dari perwakilan Menteri Agama, Dirjen Bimas Islam Prof. Dr. H. Muhammadiyah Amin, M.Ag , kemudian Ketua Umum (Ketum) PP ISNU, Prof. Dr. H. M. Ali Masykur Musa, M.Si., M.Hum..
Sambutan dari (Ketum) PP ISNU, Prof. Dr. H. M. Ali Masykur Musa, M.Si., M.Hum lebih menekankan kepada peranan penting ISNU sebagai think-tank Nahdlatul Ulama.
Kata Cak Ali panggilan akrabnya menerangkan, ISNU tidak hanya sekedar kumpulan sarjana, tetapi juga sebagai organisasi yang berperan dalam meningkatkan kapasitas keilmuan dan memperluas khidmat kepada masyarakat, bangsa, dan negara.
“ Salah satu momen penting dalam sesi ini adalah penyerahan Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI) Mars ISNU, desain PDH, dan logo ISNU,” kata Cak Ali yang juga Komisaris Independen PT PLN.
Sedangkan dalam sambutan Ketua PB NU , menegaskan pentingnya peran strategis ISNU sebagai organisasi para cendekia. Gus Yahya berpesan, ISNU harus menjadi aktor yang berperan aktif dalam dinamika masyarakat dan pembangunan bangsa.
Artikel Terkait
Pentingnya Kolaborasi dalam Menghadapi Disrupsi Teknologi dan Perubahan Iklim
Suku Sunda, Ciri Khas dan Budaya
Polsek Pasirwangi Salurkan Bantuan untuk Pembangunan Rumah Tahfidz
Mutiara Pagi: Hanya Bisa Belajar (Bagian 1698)
Komunitas Muslim Menyikapi Ragam Budaya dan Tradisi di Amerika
Sosok Tumenggung Wiraguna
Kisah Ujang Petani Sukses Raup Banyak Untung
Pasca Pilkada 2024, Kapolres Majalengka Sampaikan Pesan Ini
Mutiara Pagi: Setiap Detik adalah Hadiah (Bagian 1699)
Ingatlah Aku: Jalan Spiritual Menuju Kesadaran Ilahi