Kita hanya bisa belajar
Dari kegagalan masa lalu
Kemudian berlatih untuk bersabar
Memulai menulis kisah baru
Hidup tak menawarkan jalan mundur
Meski tersedia jalan untuk mundur
Karena hidup, arus yang terus mengalir
Menjauh dari awal, menuju mendekati akhir
Hidup adalah sungai waktu
Yang tak pernah berbalik.
Setiap detik, bergerak maju
Tidak mengenal arus balik
Yang telah usai
Biarkan pergi dengan bayang-bayang
Masih banyak yang bisa dicapai
Untuk masa yang akan datang
Ada pagi yang menunggu
Selama napas masih berhembus
Terus memutar roda waktu
Bagai samudera tak terputus
Kita hanya bisa belajar
Pada badai yang mematahkan layar
Bukan bermaksud untuk mengulang
Kembali ke langkah yang hilang
Malang, 2 Desember 2024
Salam sehat,
M. Sinal
Artikel Terkait
Mutiara Pagi: Bayang-bayang (Bagian 1696)
Komunikasi dalam Pembelajaran Mata Kuliah Pengelolaan Kelas
Agustina Wilujeng, Sebagai Contoh Calon Pemimpin Lahir dari Proses Pengkaderan Partai
Menghiasi Diri dengan Sifat Tawadhu
Gencatan Sejata Israel-Hizbullah dan Dunia Global
Jangan Menangis Airin
Momentum Transformasi ASN Menuju Pelayanan Frofesional dan Berkeadilan
Aksara Daerah di Indonesia
Mutiara Pagi: Setelah Desember Tiba (Bagian 1697)
Post Power Syndrom, Jokowi Permalukan Diri Sendiri 'Ngatur' Calon Kepala Daerah