Desember bukan bab terakhir
Dari sebuah buku yang kita tulis
Jangan biarkan keputusasaan hadir
Supaya hidup selalu optimis
Setelah Desember tiba
Adakah desir harapan yang tersisa
Layaknya sebuah peta buta
Yang perlu diberi makna
Sambil merenung sejenak
Untuk menghitung jarak
Menyusun sebuah rencana
Agar hidup lebih bermakna
Tidak hanya menoleh ke masa lalu
Membiarkan masa depan yang menunggu
Membuka lembaran-lembaran lama
Yang sejatinya sudah selesai dibaca
Ada banyak goresan
Seperti Yudi Latif katakan:
“di atas sukses, ada gagal”
namun proses, tak boleh batal
“di atas suka, ada duka”
namun lapang dada, tak boleh sirna
“di atas rindu, ada berang”
namun setia, tak boleh hilang
“di atas harap, ada cemas”
namun derap, tak boleh lepas
“di atas yakin, ada ragu”
namun rajin, tak boleh berlalu
“di atas optimis, ada pesimis”
namun eksis, tak boleh terkikis
“di atas puas, ada kecewa”
namun hati panas, jangan jadi berhala
Semoga setiap tetes keringat
Selalu bernilai ibadah
Segala doa dan ikhtiar kita
Mendapat rido dan hidayah
Malang, 1 Desember 2024
Salam sehat,
M. Sinal
Catatan: tanda (“…”) dikutip dari tulisan Yudi Latif
Artikel Terkait
Mutiara Pagi: Quotes Tokoh Dunia (Bagian 1695)
Simulasi ASAS SMPN 3 Cibeber: Lebih Semangat dengan Gedung Baru
Pujian Itu Ujian, Larangan Memuji Berlebihan
Adakah Dosa Jariyah
Benarkah PDI Perjuangan Game Over Setelah Macan Solo Turun Gunung?
Mutiara Pagi: Bayang-bayang (Bagian 1696)
Komunikasi dalam Pembelajaran Mata Kuliah Pengelolaan Kelas
Agustina Wilujeng, Sebagai Contoh Calon Pemimpin Lahir dari Proses Pengkaderan Partai
Menghiasi Diri dengan Sifat Tawadhu
Gencatan Sejata Israel-Hizbullah dan Dunia Global