Swasembada pangan sendiri, bagi bangsa kita, masih menjadi obsesi. Sebagian besar jenis pangan strategis yang kita butuhkan masih diimpor, karena produksi petani dalam negeri, masih belum mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri. Beras, jagung, kedelai, daging sapi, gula pasie, bawang putih dan lain-lain adalah bahan pangan yang harus didatangkan dari luar negeri.
Inilah sebetulnya "pe-er" besar kita. Kemandirian pangan akan terwujud, jika swasembada pangan tercapai. Tanpa swasembada pangan, sulit kita meraih kemandirian pangan. Itu sebabnya, kata kunci dari perwujudan semangat itu, tetap berpulang pada upaya menggenjot produksi setinggi-tingginya, yang kini tengah jadi prioritas pembangunan pangan di negeri ini.
Artikel Terkait
Hubungan Sejarah PMII dan NU
Tasawwuf Imam Ghazali
Plt Bupati Cianjur Bicara Pentingnya Aksi Peduli Kemanusiaan
Mutiara Pagi: Ada Seorang Perempuan (Bagian 1638)
Yang Dibutuhkan Simayit Memperbanyak Jemaah ketika Salat Jenazah
Solusi Diversifikasi Pangan
Hati- hati dengan Pencitraan
Menyesakkan, Kemenangan Indonesia Atas Bahrain Dirampok Wasit
Presiden Jokowi Resmikan RS Hermina di IKN Senilai Rp 650 Miliar
Kemenag Optimistis Pesantren Jadi Kekuatan Baru Ekonomi Bangsa, 432 Ponpes Sudah Punya Badan Usaha