Untuk Mayjen TNI Susilo
Pisah sambut semalam
Bukan sekadar berpamitan
Namun ada pesan yang mendalam
Yang telah engkau sampaikan
Ada seorang perempuan
Yang tak mungkin dilupakan
Menjadi pilar utama
Dalam kehidupan manusia
Ketangguhan dan kekuatannya
Tak perlu diragukan
Adapun doa dan ridonya
Dikabulkan oleh Tuhan
Ridonya adalah rido Tuhan
Murkanya adalah murka Tuhan
Keteguhan hati yang dimiliki
Tak akan tertandingi
Dialah seorang ibu
Yang melahirkan kita
Dari waktu ke waktu
Kasih sayangnya tiada tara
Kalaulah kita makan bubur
Mintalah sendok dan garpu
Kalau ada cinta yang jujur
Itulah cinta seorang ibu
Pilih kerapu untuk dimakan
Pilih belanak yang masih basah
Kasih ibu sepanjang jalan
Kasih anak sepanjang galah
Ya Allah, Ya Robb
Sayangilah ibunda kita
Seperti ia menyayangi
Kepada anak-anaknya
Ya Allah, Ya Robb
Muliakan ibunda kita
Seperti Engkau memuliakan
Kekasih-Mu tercinta
Malang, 11 Oktober 2024
Salam sehat,
M. Sinal
Artikel Terkait
Mengenal Hubungan Sejarah PMII dan NU
Aswaja dan PMII
Aswaja sebagai Landasan Utama bagi Kader PMII
Sejarah Perjuangan Bangsa
Mutiara Pagi: Tidak Semua Makhluk Bisa Berpikir (Bagian 1636)
Mutiara Pagi: Nasehat Seorang Guru (Bagian 1637)
Formula Jitu Hadapi Pemilukada ala Sultan Patrakusumah VIII
Hubungan Sejarah PMII dan NU
Tasawwuf Imam Ghazali
Plt Bupati Cianjur Bicara Pentingnya Aksi Peduli Kemanusiaan