4. Aqidah yang Seimbang
Ajaran Aswaja menekankan pentingnya aqidah (keyakinan) yang seimbang, terutama dalam memahami sifat-sifat Allah dan posisi Nabi Muhammad sebagai rasul.
5. Bidang Fikih
Di bidang fikih nya yaitu mengikuti atau ittiba kepada 4 madzhab yaitu; imam hanafi,imam maliki,imam syafii dan imam ahmad bin hambal
6. Bidang Tassawuf
Di bidang tassawuf ahlu sunnah wal jamaah yaitu menganut/mengikuti imam ghazali dan junaedi al Baghdadi
7. Bidang Akidah
Aswaja menganut ajaran ajaran dari imam abu hasan Al-Asy’ari dan Imam Abu Mansur Al maturid
Aswaja merupakan ideologi yang dianut oleh pergerakan mahasiswa islam Indonesia (PMII).
Berikut adalah peranan aswaja dalam PMII yaitu sebagai;
Nilai Dasar Pergerakan (NDP)
Ara pandang dan metode berpikir
Landasan untuk bertindak
Falsafah hidup yang membentuksistem keyakinan, metode pemikiran, dan tata nilai.
Dalam PMII, Aswaja dijadikan sebagai metode berpikir (manhaj al-fikr) dan metode bergerak (manhaj al-harakah). Pada sisi ini PMII menunjukkan anti taqlid, jumud, tidak kaku dan dinamis membaca realitas-realitas persoalan yang terjadi di masyarakat.
PMII berusaha menanamkan nilai-nilai keaswajaan pada para kadernya, seperti tasamuh, tawasuth, tawazun, dan ta'adul. PMII juga mengadakan Sekolah Aswaja untuk memperkuat landasan berpikir dan bertindak kadernya.
Aswaja mengajarkan untuk bersikap seimbang, toleran, dan berpihak kepada kebenaran. Sikap-sikap ini diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari untuk menciptakan masyarakat yang harmonis dan damai.
Meskipun Aswaja memiliki banyak nilai positif, ada beberapa tantangan yang dihadapi, seperti radikalisasi.
Munculnya kelompok-kelompok yang mengklaim sebagai pembela Islam tetapi mengadopsi pemikiran radikal bisa mengancam prinsip-prinsip Aswaja yang damai, mwnjadi salah Paham.
Beberapa kalangan mungkin salah memahami ajaran Aswaja, sehingga menganggapnya sebagai ajaran yang kaku dan intoleran. Aswaja merupakan paham yang kaya akan nilai-nilai spiritual dan sosial.
Dengan mengedepankan prinsip moderasi, toleransi, dan kepatuhan kepada sunnah, Aswaja berperan penting dalam membangun masyarakat yang damai dan harmonis.
Di tengah tantangan yang ada, penting bagi umat Islam untuk terus mengamalkan ajaran Aswaja dengan bijaksana dan penuh kesadaran, sehingga dapat memberikan kontribusi positif bagi perkembangan masyarakat dan negara.
Artikel Terkait
Humor Gus Dur: Antara Bicara dan Kerja Orang Indonesia
Laksanakan Misi, Flight Pesawat Tempur F 16 Berangkat dari Lanud Roesmin Nurjadin ke Jakarta
Mutiara Pagi: Bicara Boleh (Bagian 1631)
Netralitas ASN Hanya Sebuah Mitos di Era Kampanye
Dunia Pendidikan Perlu Kembali ke Ajaran Ki Hajar Dewantara, Pemerintah Tidak Serius Urusi Pendidikan
Syaiful Huda Ungkap Kemungkinan Kemendikbudristek Dipecah Jadi Tiga di Era Prabowo Subianto
Grand Desain Pembangunan Petani
Senyum Adalah Manifestasi Kebahagiaan Batin dan Tanda Ketaqwaan
Mutiara Pagi: Dalam Hidup Ini (Bagian: 1.632)
Nabi Musa AS Tidak Tahu Akan Membelah Laut, Yang Ia Yakini Adalah Allah Akan Menolongnya