Aswaja dalam Lingkup PMII

photo author
Wandi Ruswannur, Journal Nusantara
- Sabtu, 5 Oktober 2024 | 05:00 WIB
Irpan Maulana kader PMII Cianjur (Foto: Fauzi for Journalnusantara.com)
Irpan Maulana kader PMII Cianjur (Foto: Fauzi for Journalnusantara.com)

Oleh: Irpan Maulana

Aswaja, atau Ahlussunnah wal Jamaah adalah istilah yang digunakan untuk merujuk pada keyakinan dan praktik keagamaan yang mengikuti ajaran Nabi Muhammad dan para sahabatnya.

Dalam konteks Islam, Aswaja merupakan pilar penting dalam memahami dan melaksanakan ajaran Islam secara komprehensif.

Istilah ini sering dikaitkan dengan ajaran Sunni yang merupakan salah satu dari dua cabang utama Islam, yang lainnya adalah Syiah.

Istilah Ahlussunah wal Jama'ah terdiri dari tiga kata, yaitu ahl, assunah dan al-jama'ah yaitu; Dalam Kamus al-munjid fil Lughah wal A'alam kata ahl mnegandung dua makna. Selain bermakna keluarga dan kerabat, ahl juga dapat berarti pemeluk aliran atau pengikut madzhab.

Menurut istilah syara as-sunah ialah sebutan bagi jalan yang disukai dan dijalani dalam agama sebagaimana dipraktikkan Rasulullah SAW, baik perkataan, perbuatan ataupun persetujuan Nabi Muhammad SAW 

Al-jama'ah menurut syara' lalah kelompok mayoritas dalam golongan islam.

Dari pengertian etimologis di atas, maka makna Ahlussunnah wal Jama'ah dalam sejarah islam adalah golongan terbesar umat islam yang mengikuti system pemahaman islam, baik dalam tauhid dan fiqih denganmengutamakan dalil Al- Qur'an dan hadist daripada dalil akal.

Untuk menguatkan pengertian diatas terdapat bebarapa hadits yang diantaranya diriwayatkan oleh imam ibnu majah yang artinya "meriyampaikan Rasulullah SAW akan pecah umatku menjadi 73 golongan, yang selamat satu golongan, dan sisanya akan hancur, ditanya siapakah yang selamat Rasulullah?

Beliau menjawab Ahlussunnah wal Jama'ah, beliau ditanya lagi apa maksud dari Ahlussunnah wal Jama'ah? Beliau menjawab; golongan yang mengikuti sunahku dan sunah shahabatku".

Dalam hadist lain juga disebutkan "berpegang teguhlah kamu semua dengan sunah mu dan sunnah khulafaur rasyidin yang semuanya memnperoleh petunjuk sesudahkau (HR. Abu Dawud dan Turmudzi)

1. Kepatuhan kepada Sunnah
Ajaran Aswaja menekankan pentingnya mengikuti sunnah (tradisi) Nabi Muhammad dalam kehidupan sehari-hari. Ini mencakup aspek ibadah, akhlak, dan muamalah.

2. Ijma dan Qiyas
Aswaja mengedepankan metode ijma (kesepakatan ulama) dan qiyas (analogi) dalam penentuan hukum Islam. Hal ini memungkinkan umat untuk beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan prinsip-prinsip dasar.

3. Toleransi dan Moderasi
Salah satu nilai penting dalam Aswaja adalah sikap toleransi terhadap perbedaan. Ajaran ini mendorong umat Islam untuk hidup rukun dengan penganut agama dan kepercayaan lain.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Wandi Ruswannur

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Kedaulatan Pangan Dimulai dari Desa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 19:49 WIB

Mendadak Tua

Sabtu, 18 Juli 2026 | 04:47 WIB

Pagi, Aku Tak Berarti?

Sabtu, 11 Juli 2026 | 05:45 WIB

Jalan Tangguh Iran

Sabtu, 4 Juli 2026 | 12:43 WIB

Saat Regenerasi Menemukan Namanya: Isfhan

Sabtu, 4 Juli 2026 | 12:32 WIB

Menyiapkan Sekoci bagi Penumpang Kapal Retak

Kamis, 2 Juli 2026 | 14:04 WIB

Wahai Mentari Pagi!

Rabu, 1 Juli 2026 | 07:46 WIB

Mencegah Korupsi di Tatar Santri

Selasa, 30 Juni 2026 | 19:34 WIB
X