Sedemikian pentingnya hidayah untuk kehidupan sejati, setiap Muslim dituntut untuk meminta kepada Allah minimal 17 kali dalam Sholat-Sholat lima waktu: ya Allah tunjuki kami ke jalan lurus”.
Kata “ihdina” (hidayah atau petunjuk) menjadi kunci utama dari doa yang diulang-ulang sepanjang hayat itu. Karena setiap insan Mukmin sadar hidup tanpa hidayah adalah kehidupan yang berpura-pura.
Itulah yang dipahami oleh para sahabat Rasulullah dan Ulama-Ulama Islam dan para pejuang Islam dengan keikhlasan. Abu Bakar rela menghabiskan harta kekayaannya untuk perjuangan Rasulullah karena sadar makna kehidupan sejati.
Bilal dan Ammar rela menderita secara fisik dan batin karena tahu apa kehidupan yang hakiki. Bukan seperti sebagian orang yang selalu mengukur kehidupan dengan nilai kesementaraan (dunia/materi) yang penuh dengan kebohongan dan tipu muslihat.
Dan memburunya pula dengan berbagai tipu dan kebohongan. Percayalah orang seperti tak akan tenang dalam hidupnya. Dan lebih tragis lagi, penderitaan abadi menunggu di seberang sana.
Lalu apakah hidayah itu? (Bersambung)!
NYC Subway, 20 Agustus 2024
Presiden Nusantara Foundation
Artikel Terkait
Relasi Hubungan NU-PKB
Tiga Penghalang Kebahagiaan
Sangsi Hukum yang Dikenakan Kepada Orang-orang yang Meninggalkan Shalat Berjama’ah
Mutiara Pagi: Yang Maha Mengembalikan (Bagian 1588)
Pasca Merdeka, Lalu Apa?
Floating Market Lembang, Tujuan Wisata Populer di Bandung
Dua Hal yang Sulit Dipisahkan dari PBNU
Jelang Pilkada 2024, Kodim Sinjai Ikut Serta dalam Simulasi Sispamkota
Mutiara Pagi: Yang Maha Menghidupkan (Bagian 1589)
Mahasiswa KKN STAI Al-Azhary Desa Cipanas Sukses Gelar Pelatihan Pengurusan Jenazah