Untuk itu saya ingatkan bahwa kita umat Islam harus ada pembatas yang jelas dalam menyikapi mana Dialog antar agama, termasuk dengan Yahudi, dan mana yang sesungguhnya yang menjadi kepentingan Israel. Dan dalam hal ini saya berani mengatakan bahwa AJC adalah satu dari banyak organisasi yang membawa kepentingan Israel atas nama Dialog antar agama. Maka jangan naif, apalagi karena didorong oleh penyakit “wahan” (inferiority complex) demi kepentingan duniawi.
Saya sekali lagi mengingatkan semua organisasi Islam dan tokoh-tokohnya untuk lebih jeli dan berhati-hati. Tidak perlu over self confident, merasa mampu membujuk Israel. Who are you? Kepala-kepala negara saja jika tidak sesuai kepentingannya tidak dipedulikan. Bahkan organisasi-organisasi internasional termasuk PBB seolah direndahkan. Israel merasa menguasai segala hal di dunia ini. Apalagi kalau hanya guru agama yang belum tentu juga mampu mengkomunikasikan idenya secara baik.
Hentikan semua hal yang dapat dijadikan Israel sebagai pembenaran dalam aksi kejahatan kemanusiaan dan genosida yang dilakukannya. Istafti qalbak… tanya diri anda baik sebagai manusia, apalagi sebagai orang yang beriman. Benarkah langkah anda?
Artikel Terkait
Gelaran Summerfest di Weltkulturen Museum di KJRI Frankfurt Berlangsung Sukses
Marah: Penyakit Hati yang Mengancam Kesehatan dan Keharmonisan
Gunung Padang, Piramida Tertua di Dunia
Vibes Titik Nol Kota Kendari
Pemain Badminton yang Pernah Dinaturalisasi Negara Lain
Dialog Antar Agama dan Gerakan Zionisme
Hati-hati Bahaya Obesitas
Deputy DSRSG Sambangi Satgas Indo RDB XXXIX-F Monusco
MoU Kementerian ATR/BPN dengan Kementerian Kesehatan RI Diteken
Info Terbaru Kasus Dago Elos