Makhluk manapun pasti akan mati dan kematian tidak pernah mengenal usia, pangkat dan jabatan, Dan apabila ajal itu tiba maka tidak bisa dimundurkan atau dimajukan.
Allah Ta’ala berfirman :
كُلُّ نَفْسٍ ذَآئِقَةُ ٱلْمَوْتِ ۖ ثُمَّ إِلَيْنَا تُرْجَعُونَ
“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kemudian hanyalah kepada Kami kamu dikembalikan.” (Al-‘Ankabut Ayat 57)
وَلِكُلِّ اُمَّةٍ اَجَلٌۚ فَاِذَا جَاۤءَ اَجَلُهُمْ لَا يَسْتَأْخِرُوْنَ سَاعَةً وَّلَا يَسْتَقْدِمُوْنَ ٣٤
“Jika ajalnya tiba, mereka tidak dapat meminta penundaan sesaat pun dan tidak dapat (pula) meminta percepatan.” (Al-A'raf · Ayat 34)
Membawa bekal amal menuju alam akhirat adalah hal yang sangat penting. Namun, ada satu bekal akhirat yang tidak kalah penting bagi setiap muslim, ia terlihat remeh dan kasat mata, namun menjadi kunci keselamatan di akhirat nanti. Dia adalah hati yang bersih atau selamat, yang dalam bahasa Al-Quran biasanya disebut Qalbun Salȋm atau dalam hadits Nabi disebut dengan Salȃmatus Shadr, keduanya memiliki makna yang sama.
Mengenai hati yang bersih, Allah menyebutkan kata qalbun salim dalam Al-Quran surah al-Syu’ara:
وَلَا تُخْزِنِي يَوْمَ يُبْعَثُونَ ... يَوْمَ لَا يَنْفَعُ مَالٌ وَلَا بَنُونَ ... إِلَّا مَنْ أَتَى اللَّهَ بِقَلْبٍ سَلِيمٍ
Artinya, “(Janganlah Engkau hinakan aku pada hari mereka dibangkitkan, yaitu di hari harta dan anak-anak laki-laki tidak berguna (hari kiamat), kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih).” (Al-Syu’ara: 87-89).
Ayat di atas berlatar belakang tentang doa Nabi Ibrahim AS supaya kelak di hari kiamat tidak dihinakan. Syekh Wahbah Az-Zuhaili dalam karyanya At-Tafsir al-Munir menyebutkan makna kata qalbun salim dalam ayat tersebut:
اَلْمُرَادُ بِالْقَلْبِ السَّلِيْمِ: هُوَ الْخَالِي مِنَ الْعَقَائِدِ الْفَاسِدَةِ وَالأَخْلَاقِ الْمَرْذُوْلَةِ وَالْمَيْلِ إِلَى الْمَعَاصِي، وَعَلَى رَأْسِهَا الْكُفْرُ وَالشِّرْكُ وَالنِّفَاقُ
Artinya, “Yang dimaksud ‘qalbun salim’ adalah hati yang bersih dari akidah yang rusak, akhlak tercela dan kecenderungan melakukan maksiat, yang puncaknya adalah kufur, syirik dan nifak. (Syekh Wahbah al-Zuhaili, At-Tafsir al-Munir, Beirut: Dar el-Fikr, 1418, juz 19, hlm. 174)
Syekh Wahbah menjelaskan hati yang bersih, tidak lain adalah bersih dari penyakit-penyakit hati yang disebutkan di atas, dan kekufuran, kemunafikan, juga syirik adalah penyakit hati yang paling parah. Sa’id al-Musayyib menjelaskan perihal qalbun salim, perkataan ini dikutip Syekh Wahbah dalam tafsirnya”
وَقَالَ سَعِيْدُ بْنُ الْمُسَيِّبِ رَحِمَهُ اللّهُ: اَلْقَلْبُ السَّلِيْمُ: هُوَ الْقَلْبُ الصَّحِيْحُ وَهُوَ قَلْبُ الْمُؤْمِنِ لِأَنَّ قَلْبَ الْكَافِرِ وَالْمُنَافِقِ مَرِيْضٌ، قَالَ اللّهُ تَعَالَى: فِي قُلُوبِهِمْ مَرَضٌ
Artinya, “Sa’id bin al-Musayyib rahimahullah menyebutkan, qalbun salim adalah hati yang sehat, yaitu hati seorang mukmin, sebab hati orang kafir dan munafik itu sakit, Allah Ta’ala berfirman: “Dalam hati mereka terdapat penyakit,” (Surat Al-Baqarah: 10). (Syekh Wahbah al-Zuhaili, At-Tafsir al-Munir, juz 19, halaman 174).
Artikel Terkait
MUI Pusat Jalin Kerja Sama Penguatan Dakwah dengan Grand Syekh Al-Azhar Mesir
7 Pelaku Ditangkap Polda Jabar Gegara Edarkan 23,9 Kilogram Narkoba Jenis Sabu
Ibrahim AS dan Transformasi Kehidupan
Hilangnya Keberkahan Ilmu Anak, Karena Perilaku Buruk Orangtua Terhadap Gurunya
Wacana Duet Anies - Kaesang di Pilkada DKI Ditolak DPD PDIP DKI Jakarta
BPK Bongkar Indikasi Korupsi Massal Rp 39 Miliar, Diperuntukkan Anggaran Perjalanan Dinas PNS 2023
Menhan Prabowo Bantu Keadaan Darurat di Gaza, Pemerintah Indonesia Buktikan Kepedualian kepada Palestina
Keras...Prof. Mahfud MD Sebut Hukum Kini Tergantung Kepentingan Politik
Menko PMK Muhadjir Usulkan Korban Judi Online Diberi Bantuan Sosial, Netizen Berang !
Tujuh Alasan Shaum Arafah Berdasarkan Tanggal Negeri Sendiri