Satu peristiwa yang unik terjadi pada tanggal 21 Mei 2020. Pertama kali dalam sejarah terjadi apa yang disebut sebagai Lebaran Online.
Kita berlebaran secara online karena bukan saja dilarang bersalaman seperti biasa, tetapi juga dilarang berjumpa dan mudik. Kita hanya tinggal di rumah saja.
Ampun. Hanya virus yang bisa memaksa seluruh dunia berlebaran online. Kembali, saya ekspresikan peristiwa ini dalam lukisan.
Akhirnya, pada tanggal 11 Maret 2024, saya membuat lukisan yang menggambarkan data dari Worldometer. Data ini menunjukkan sebanyak 7.004.407 nyawa melayang hingga tanggal tersebut.
Di Indonesia sendiri, lebih dari 160.000 nyawa melayang. Di dalam data statistik itu, banyak sahabat, handai taulan yang kenal dekat, wafat. Saya mengekspresikan kisah sedih itu dengan cepat dalam lukisan.
Pertanyaannya, mengapa saya bisa melukis semua itu dengan cepat? Untuk kasus saya, itu karena hadirnya asisten bernama Artificial Intelligence.
-000-
Saat itu, salah satu aplikasinya, Mid Journey. Tapi juga banyak aplikasi lainnya sudah datang. Saya kombinasi sekitar lima aplikasi AI, sekaligus bekerja dalam tim, menjadi asisten saya.
Wow! Mereka bisa menjadi asisten yang sangat kreatif, cermat membantu saya melukis.
Banyak pakar berdiskusi, berbicara apakah pada waktunya Artificial Intelligence ini akan melampaui kehebatan para raksasa pelukis sebelumnya seperti Van Gogh, Picasso, atau Rembrandt? Sebelum menjawab itu, saya ingin mengeksplor pengalaman pribadi saya lebih lanjut.
Saya ingat peristiwa pemilu presiden 2024. Ini gambar Prabowo ketika ia mulai dengan brand baru yang disebut "Gemoy."
Sebelum "Gemoy," Prabowo dikenal sebagai tokoh yang tegas, kuat, dan kadang-kadang dianggap angker. Namun, ketika istilah "Gemoy" muncul, terutama ketika anak-anak muda mulai mengatakan "Apa boleh Prabowo se-Gemoy ini?"
Prabowo mulai banyak tampil santai di publik, berjoget, dan bercanda dengan banyak orang. Saya tumpahkan itu dalam lukisan.
Juga ada lukisan yang juga tidak kalah penting. Pada Januari 2024, LSI Denny JA mengumumkan. Prabowo dan Gibran besar kemungkinan menang dalam satu putaran saja.
Itu terjadi sebulan sebelum pencoblosan. Saya ingat malam itu, saya tidak tidur sampai dini hari. Saya membaca data itu dengan hati-hati, karena saya sangat khawatir.
Artikel Terkait
Jay Idzes, Pemain Indonesia Pertama Antar Klub Italia Promosi ke Serie A
Gunung Galunggung, Simpan Kekayaan Alam dan Potensi Wisata Eksotis
Potret KRI Golok 688, Armada Tempur TNI AL Berkemampuan Siluman
Review Grand Final Miss Indonesia 2024
Dugaan Korupsi di PT Perusahaan Gas Negara (PGN), Geledah 7 Lokasi KPK Temukan Dokumen Transaksi
Ibu Muda Bikin Video Asusila dengan Anaknya, Lantas Ngaku ke Suami
Menciptakan Wirausaha Muda Pertanian demi Regenerasi Petani Nusantara
Apa Kabar Dana Gempa Tahap 4 di Kab. Cianjur ?, BPBD: Langsung Tanyakan Pada Kami !
9 Calon Kabupaten Baru di Jabar Masih Proses Kajian di Kemendagri, Cianjur Selatan Diantaranya
Penjual Senjata ke KKB Berhasil Ditangkap Satgas Operasi Damai Cartenz