Journalnusantara.com, Tasikmalaya - Gunung Galunggung merupakan gunung berapi dengan ketinggian 2.167 mdpl, terletak sekitar 22 Km dari pusat Kota Tasikmalaya.
Pasca letusan besar tahun 1982 ternyata Gunung Galunggung menyimpan kekayaan alam dan potensi wisata eksotis. Setidaknya ada 5 destinasi wisata yang dapat dikunjungi.
Kawah Galunggung merupakan objek wisata yang patut dikunjungi saat kita pergi ke Tasikmalaya. Kita pun tak perlu ragu untuk mencapai ke atas. Pemerintah daerah Tasikmalaya telah membangun dua tangga.
Terdapat 620 anak tangga dengan warna kuning dan satu lagi berwarna biru dengan 510 anak tangga agar memudahkan pengunjung yang ingin melihat pemandangan indah kawah dari atas.
Hawa dingin di sekitar Gunung Galunggung, memang paling pas disiasati dengan berendam di air hangat. Jangan khawatir, karena di sini terdapat pemandian air panas juga. Lokasinya dikenal dengan nama Cipanas Galunggung.
Di sini, terdapat beberapa kolam renang yang biasa dipakai berendam. Kolam khusus anak-anak dan orang dewasa pun dipisahkan.
Selain itu, biaya masuknya cukup terjangkau. Mulai dari Rp5 - 10 ribu. Air panas alami di lokasi ini, mengandung belerang yang dipercaya dapat mengatasi berbagai penyakit kulit serta stroke.
Curug Agung, merupakan salah satu primadona objek wisata di kawasan Gunung Galunggung. Curug dengan tinggi sekitar 80 meter selain indah disaksikan pada siang hari juga pada malam hari.
Karena Curug Agung dioptimalkan dengan dipasangi lampu-lampu LED. Sehingga, tampilannya, terutama pada malam hari, jadi jauh lebih indah. Ia bisa berubah-ubah warna, dari kuning, hijau, merah dan biru. Peresmian Rainbow Light pada Curug Agung, baru dilaksanakan pertengahan tahun 2017 lalu
Untuk menyaksikan keindahan Curug Agung di malam hari, pihak pengelola wisata di kawasan Gunung Agung menyediakan viewdeck. Selain itu, ia juga bisa digunakan untuk menikmati lanskap Gunung Galunggung dari sisi yang lebih nyaman. Bercengkerama dengan teman sambil menikmati pemandangan khas pegunungan, jadi plesir yang menenangkan.
Adapun tiket masuk bagi pengunjung yang ingin menikmati kawah Gunung Galunggung akan dikenakan tiket masuk sebagai berikut: HTM/orang : Rp 15.000. Parkir motor: Rp 2.000. Parkir mobil: Rp 5.000 Camping: Rp 25.000.
Selain kawah, pemandian air panas dan curug, ada lagi yang luar biasa, di sekitar kaki Gunung Galunggung, tepatnya di Desa Cisayong, terdapat lapangan bola desa yang memenuhi standar FIFA. Namanya adalah Lapangan Sakti Lodaya.
Bagi penggila bola, bisa berkunjung ke sini sambil merasakan rumput Zoysia matrella; jenis rumput yang biasa digunakan oleh stadion-stadion sepak bola bertaraf internasional. Tak hanya rumput, pengelolaan dan perawatan lapangan juga menggunakan teknologi yang canggih.
Pengelola menggunakan penyiram air otomatis yang tertanam di 32 titik lapangan. Jika hujan lebat pun lapangan tidak tergenang air. Pengelola melengkapi lapangan dengan sekitar 15 drainase dengan panjang masing-masing 53 meter di dasar lapangan.
Artikel Terkait
Gilaa...Siswa SMP Dibully Teman Sekolah Hingga Tewas Gegara Menolak Ngeprint Tugas
35 Calon Kepala Daerah Resmi Direkomendasikan oleh DPP PKB
Jelang Upacara HUT RI ke-79, Bambang Susantono Kepala Otorita IKN Mundur dari Jabatannya
Senator Filep Desak Menko Polhukam Dengar Aspirasi Warga Papua Terkait Pilkada
Kasatresnarkoba Polres Blitar Dicopot Kapolda Jatim, Positif Terlibat Narkoba
Syarat Bikin SIM Harus Punya BPJS Kesehatan dan Kepesertaan JKN Aktif !
Warga Perum Sabandar Permai Karangtengah Cianjur Tuntut Perbaikan Jalan Rusak, Sudah 6 Tahun tak Direspon !
Danyonarhanud 2 Kostrad Serahkan Sepeda Motor Dinas Bantuan dari Kemhan
Pegawai KPK Diminta Tingkatkan Kompetensi Karena Modus Korupsi Makin Kompleks
Jay Idzes, Pemain Indonesia Pertama Antar Klub Italia Promosi ke Serie A