Kini di Kongress Amerika suara-suara resistensi itu semakin jelas terdengar. Dengan hadirnya politisi-politisi muda dan idealis seperti Ilhan Omar, Rashida Thalib, Jamal Bouman (Bronx, NY) dan lain-lain keritikan dan perlawanan kepada kesemena-menaan penjajah zionis Israel semakin terdengar jelas.
Pada tataran diplomasi tak dapat disangkal lagi bahwa Israel dan pelindung-pelindungnya (auliyaa-nya) mengalami babak belur yang memalukan.
Di ruang-ruang sidang PBB, baik di New York hingga ke Geneva, kekalahan demi kekalahan itu nyata. Di arena pertarungan Mahkamah Internasional Israel juga babak belur dan memalukan.
Terakhir dikeluarkannyan “arrest warrant” untuk Natanyahu merupakan tamparan yang nyata. Disejajarkannya Natanyahu dan pemimpin Hamas yang mereka label sebagai teroris sebenarnya sekaligus pernyataan bahwa dunia telah menetapkan Natanyahu sebagai teroris.
Pada tataran diplomasi global Zionis Israel hanya menggantung kepada Amerika dan hak vetonya. Amerika sendiri sesungguhnya mulai merasakan isolasi itu.
Apalagi di hadapannya ada Rusia yang sedang terlibat langsung dengan kepentingan Amerika di Eropa Timur (Ukraine). Keterisolasian Amerika itu terlihat dengan keputusan ICJ menetapkan Natanyahu sebagai “war criminal” dengan arrest warrant. Semua negara-negara dunia menerima keputusan itu, termasuk Jerman dan Prancis. Hanya Amerika dan Inggris yang masih bertahan menolaknya.
Dari semua itu kita dapat menyimpulkan bahwa dengan segala getir pahit dan perihnya penderitaan Saudara-Saudara kita di Palestina kita yakin Allah tak akan menyia-nyiakan pengorbanan dalam keimanan itu.
“Dan sesungguhnya Allah akan memberikan pertolonganNya kepada hamba-hambaNya yang beriman”. Pertolongan dengan wujud yang seringkali di luar batas nalar manusia (min haetsu laa yahtasib).
Yang ingin saya sampaikan kali ini juga adalah nasehat, atau tepatnya peringatan yang tulus, dari saya untuk komunitas Yahudi sedunia.
Bahwa sesungguhnya apa yang dilakukan oleh penjajah zionis Israel di Palestina merupakan bagian dari “akumulasi kebencian dan kemarahan” yang terjadi dan bisa meledak di waktu-waktu mendatang.
Kemarahan dan kebencian itu saja terjadi di kalangan bangsa Palestina, Arab dan Muslim. Tapi dunia secara menyeluruh. Tanda-tanda perubahan itu tidak lagi dapat dihalangi.
Karenanya komunitas Yahudi harus sadar sejarah dan perlu menengok sejarah mereka kembali. Bahwa Holocaust adalah peristiwa sejarah yang dapat terulang dengan wajah dan pembenaran (justifikasi) yang sama.
Kejahatan pada tabiatnya hanya akan terbayar dengan kejahatan yang sama. Dunia berputar secara konstan dan tak akan berputar terbalik. Kejahatan yang dilakukan oleh sekolompok orang hari ini akan berbalik menjadi kejahatan terhadap dirinya di hari esok.
Karenanya nasehat saya kepada komunitas Yahudi, speak up (bersuaralah). Karena kekejaman penjajah Zionis adalah ancaman nyata bagi kalian di masa mendatang.
Ingat itu. So, wake up!
Artikel Terkait
Kisah Pilu Kakek Rikun, Pemulung Rongsokan yang Mencari Nafkah Ditemani Istri
Perkuat Kemampuan Deteksi dan Identifikasi Target, TNI AU dan RAAF Latihan Bersama
Menteri ATR/BPN AHY Berhasil Berantas Mafia Tanah, Serahkan Sertifikat Tanah Keluarga Nirina Zubir
PKS Sebut Mbak Ita Penuhi Kriteria Kepemimpinan, Jalin komunikasi
Kenakan Kebaya, Darius Sinathrya dan Dona Agnesia Tampil Glamor dan Berkelas
Akademisi Beri Rekomendasi Kasus Korupsi Timah, Kejagung harus Responsif !
Yonarhanud 16 Kostrad Sambut Prajurit Kembali dari Satgas Pamtas Mobile RI-Papua Nugini
Kominfo RI Sebut Masyarakat Indonesia Semakin Digital
Pengembalian Dana Pembatalan Tiket KA Antar Kota Menjadi Maksimal 7 Hari
Melihat Indahnya Situ Lembang, Lokasi Pelatihan dan Pendidikan Kopasus TNI