Karya-karya Imam Al-Ghazali sangat mementingkan otonomi individu dalam perjalanan spiritualnya (seorang "salik"), tidak terikat dan fanatik pada satu tarekat (thariqah), keintiman dengan ilaihi merupakan pengalaman yang sangat individual.
Membaca karya-karya Imam Al-Ghazali, setiap kita, setiap individu kita diajak untuk mendaki menjadi individu yang memiliki imajinasi dan pengalaman personal dalam berelasi dengan Tuhan.
Kemesraan dengan Tuhan merupakan pengalaman personal yang membebaskan dan sangat pribadi bukan pengalaman komunal yang sering merepresi.
Namun pembahasan ini bisa di lain tulisan karena bisa kepanjangan. Sambil merujuk ke kitab karya Prof Abu Ala Afifi bahwa tasawuf adalah "ats-tsawrah ar-ruhiyyah fil Islam" (revolusi spiritual dalam Islam).
Walhasil, 'memahami' Mas Ulil saat ini mungkin bisa juga dengan istilah pesantren, saat ini Ulil sedang me-'nashab'-kan dirinya menjadi 'abdallah' (hamba Allah) dengan tenggelam dalam tasawuf setelah sebelumnya menjadi 'abshar' yang lebih dekat dengan akal, rasionalitas.
Meng-abdallah-kan Ulil Abshar ini yang sedang terjadi.
Artikel Terkait
Ganjar Tegaskan Kriteria Calon di Pilkada Jateng Harus Berintegritas dan Melayani Rakyat
44 Biksu Thudong Dijamu di Dalam Masjid, MUI Minta Sudahi Polemik yang Merusak Harmoni
Nama Ahok Masuk Bursa Bacagub Sumut, Ahok: Tunggu Keputusan DPP PDIP !
Viral Pria Tak Beradab, Teman Sedang Asyik Makan Dikasih Bangkai Tikus Huh !
Jalan Rusak di Lampusng Selatan, Bupati Salahkan Warga Minim Kesadaran Gotong Royong
Polisi Kewalahan Amankan Jukir Liar yang Bacok Abang Ojol di Pekanbaru
Kaget Distop Polisi Pemotor Terlindas Truk, Orangtua Korban Harus Minta Maaf, Kok Bisa ?
Foto Pegi "Perong" Tersangka Pembunuh Vina, Dua Orang yang Berbeda, Warganet: Amatiran Asal Tangkap !
Meriahkan Festival Jelajah Kuliner Nusantara, KAI Hadirkan UMKM Binaan serta Diskon Tiket Kereta Api
It’s All About We the People