Oleh : Jacob Ereste
Kekhawatiran banyak orang terhadap pelaksanaan Pemilu 2024 (Pilpres, Pileg maupun Pilkada) tidak jujur, tidak adil dan lebih beradab, karena menengarai akan dilakukan oleh pihak-pihak tertentu dengan cara curang, adanya intimidasi dan pelanggaran etika mulai dari tahapan awal penentuan calon hingga pelaksanaan kampanye sampai saat perhitungan suara untuk semua jenis kompetisi yang ada dalam rangkaian Pemilu 2024.
Simflikasi dari kondisi yang sesungguhnya menggejala dalam masyarakat itu, sama dengan wujud pemberian bantuan langsung tunai (BLT) atau dalam bentuk sembako serta pemberian lainnya dalam upaya merayu rakyat sebagai pemilih yang sesungguhnya hendak dikerdilkan. Kecuali itu, segala bentuk bantuan dalam bentuk bahan pangan pokok serta uang tunai itu, merupakan pengakuan atas upaya yang telah dilakukan oleh pemerintah untuk dapat mengatasi kemiskinan rakyat.
Baca Juga: Bagi-Bagi Angpau dalam Perayaan Imlek
Himbauan terhadap pegawai negeri sipil, militer dan Polri agar bersikap netral lantaran ditengarai adanya kecenderungan dari aparat pemerintah berpihak kepada salah satu calon atau pasangan calon Presiden maupun terhadap partai politik tertentu yang sepatutnya tidak dilakukan.
Seperti pemasangan alat peraga selama kampanye Pilpres maupun parpol tertentu, aparat pemerintah pun harus bersikap netral, tidak berpihak pada salah satu peserta Pemilu yang diharap bersih dan bermartabat.
Begitulah idealnya pesta demokrasi rakyat yang bebas dan memiliki rasa aman dan nyaman menyambut Pemilu 2024 yang diharap bisa lebih berkualitas, setidaknya dibanding pelaksanaan Pemilu di Indonesia sebelumnya yang riuh dengan kecurangan hingga menelan banyak korban.
Baca Juga: Stop Konsumsi Daging Durian Secara Berlebihan, Cukup 35 Gram Sekali Makan
Catatan tentang meninggalnya sejumlah petugas KPPS usai Pemilu 2019 sungguh penting menjadi perhatian dan kewaspadaan secara bersama agar tidak sampai terulang. Sebab hakekat dari pesta demokrasi bagi rakyat harus dimaknai dengan kegembiraan dan kebahagiaan untuk menyambut perubahan yang lebih baik dari waktu sebelumnya dengan adanya pemimpin yang baru untuk memperjuangkan amanah rakyat dengan baik dan benar, tanpa keculasan maupun pengkhianatan.
Karena itu, pilihan yang terbaik bagi rakyat harus dilakukan dan dijaga bersama, karena pilihan rakyat itu bisa dikata sebagai pilihan Tuhan untuk menentukan masa depan bangsa dan negara yang tidak boleh dipertaruhkan seperti dalam perjudian. Karena pilihan rakyat untuk memimpin negara dan bangsa Indonesia pada lima tahun ke depan akan sangat menentukan upaya untuk mencapai kesejahteraan rakyat dalam arti luas.
Baca Juga: Manfaat Buah Duren yang Wajib Diketahui
Adapun kesejahteraan yang paling utama itu adalah sejahtera dalam pengertian ekonomi, sejahtera pula dalam pengertian sosial dan budaya dengan meningkatkan kecerdasan dan etika, serta moral segenap anak bangsa agar memiliki kepribadian yang luhur dalam pergaulan dalam skala lokal, nasional dan internasional. Maka itu, usaha untuk mencerdaskan kehidupan bangsa pada tataran intelektual serta spiritual menjadi kewajiban pemimpin bangsa Indonesia yang tidak boleh diabaikan.
Begitulah tampaknya kecemasan selama Pemilu yang menghantui itu sekarang telah mencair. Sebab sembako dan BLT hingga serangan fajar tidak lagi mampu menggoyahkan keteguhan hati nurani kita yang terus terjaga untuk tetap memilih pemimpin masa depan Indonesia yang paling ideal untuk memperjuangkan kepentingan rakyat.
Dan semua bentuk kecurangan dan keculasan yang dilakukan oleh berbagai pihak itu sangat mungkin luput dari pengawasan manusia, tapi pasti tidak dalam kuasa Tuhan. Dan ganjaran serta azab-Nya pasti kelak pun ada juga.***
Artikel Terkait
Ultah Dewan Kota Ke 23, Firman Tegaskan Pentingnya Pengawasan Masyarakat Dalam Pembangunan
Alumni Perguruan Muhammadiyah Hapus Prabowo-Gibran
Hendak Tawuran, Polresta Bogor Kota Berhasil Mengamankan Pelaku dan Puluhan Senjata Tajam
Kang Asrud, Insan Pers Adalah Bagian dari Pelaku Pengawasan Pembangunan
H. Dadan Supardan : Selamat Hari Pers Nasional Ke 28, Tetap Konsisten Mengawal Pembangunan Indonesia
Diduga Ada Pungli dan DImanfaatkan untuk Kepentingan Politik, JIM Soroti Bantuan Aspirasi Tractor Kabupaten Cianjur
Manfaat Buah Duren yang Wajib Diketahui
Jelang Akhir Masa Kampanye, Relawan Komando Gibran Cianjur Terus Bergerak di 10 Desa
Stop Konsumsi Daging Durian Secara Berlebihan, Cukup 35 Gram Sekali Makan
Bagi-Bagi Angpau dalam Perayaan Imlek