Diduga Ada Pungli dan DImanfaatkan untuk Kepentingan Politik, JIM Soroti Bantuan Aspirasi Tractor Kabupaten Cianjur

photo author
Abdul Qodir Majid, Journal Nusantara
- Jumat, 9 Februari 2024 | 16:58 WIB
Bantuan Tractor
Bantuan Tractor

JournalNusantara.com - Jaringan Intelektual Muda (JIM) Kabupaten Cianjur soroti puluhan gapoktan di beberapa kecamatan khususnya daerah Cibeber yang mendapatkan bantuan tractor namun dijadikan alat untuk berkampanye.

Ketua JIM, Alif Irfan menduga kejadian tersebut dilakukan oleh orang yang mengaku sebagai Tenaga Ahli (TA) berinisal R dan HJ dari anggota DPRD Provinsi Jawa Barat sekaligus Caleg bernisial (R) di bantu dengan Inisial HJ tersebut.

Baca Juga: Kang Asrud, Insan Pers Adalah Bagian dari Pelaku Pengawasan Pembangunan

"Sebagai agent of change sekaligus social control, kami sudah melakukan penelusuran terkait bantuan aspirasi pembagian tractor khususnya di Kecamatan Cibeber." Ujar Alif kepada JournalNusantara.com, Kamis (8/2/2024).

"Program tersebut merupakan aspirasi salah satu anggota dewan melalui Tenaga Ahlinya dan juga calon anggota legislatif untuk gapoktan yang berada di wilayah Kabupaten Cianjur." Tambah Alif.

Baca Juga: Wujudkan Cianjur Hijau, Cecep Agam Sebar 70.000 Bibit Alpukat Premium

"Namun dalam pembagain tersebut di indikasi ada beberapa polemik. Hasil advokasi kami ke lapangan, kurang lebih puluhan Gapoktan di beberapa kecamatan yang berada di Cianjur mendapatkan bantuan aspirasi berupa teraktor, namun di Kecamatan Cibeber salah satunya di jadikan sebuah alat untuk berkampanye oleh orang yang mengaku sebagai Tenaga Ahli (TA) berinisal R dan HJ dari anggota DPRD Provinsi Jawa Barat sekaligus Caleg Dapil 2 bernisial (R) di bantu dengan Inisial HJ tersebut." Tegas Alif.

"Ketika kami mencari informasi dan mendapatkan beberapa bukti indikasi pungli secara sistematis, dan diindikasi adanya juga keterlibatan dari dinas pertanian yaitu kepala bidang sarana prasana, yang di indikasi mendapatkan setoran dari TA caleg, selain daripada setoran hasil dari pungli tersebut kami juga mendapatkan informasi bahwasanya Kabid Sarana Prasana Dinas Pertanian juga mendapatkan beberapa titik bantuan aspirasi berbentuk traktor tersebut." Jelasnya.

Baca Juga: Cegah Gangguan Kamtibmas, Kapolresta Cirebon Gencarkan Patroli Sepeda Motor

"Kami sangat menyayangkan hal itu terjadi yang seharusnya bantuan traktor tersebut dimaksudkan untuk  membantu petani dalam mengatasi kelangkaan tenaga kerja pengolahan tanah di lahan usaha taninya. Percepatan pengolahan tanah yang serempak dan diikuti penanaman padi yang serempak sesuai pola tanam dan tata tanam yang telah disepakati diharapkan  bisa dilaksanakan dengan baik, namun pada pendistribusianya lagi lagi di manfaatkan oleh oknum oknum yang tidak bertanggung jawab dan memanfaatkan untuk kepentingan politik (pemilu 2024). Imbuhnya.

"Kami sudah melayangkan surat untuk beraudiensi dengan dinas Pertanian, namun belum ada jawaban dan kami segera akan melakukan aksi demonstrasi. Pungkasnya.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Abdul Qodir Majid

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X