Tujuan Hidup Manusia Adalah Untuk Beribadah

photo author
Abdul Qodir Majid, Journal Nusantara
- Selasa, 30 Januari 2024 | 17:13 WIB
Jangan pernah tinggalkan shalat Shubuh meski ngantuk berat (pixabay)
Jangan pernah tinggalkan shalat Shubuh meski ngantuk berat (pixabay)

Oleh : Irfan Taufiq

Manusia dalam potensi kejiwaannya dilengkapi dengan hati nurani dan hawa nafsu. Islam memandang manusia sebagai makhluk fungsional yang bertanggungjawab dan akan dipertanggungjawabkan apa yang diperbuat semasa hidupnuya.

Tujuan hidup manusia adalah ibadah untuk tercapainya kebahagian dalam kehidupan dan tujuan terakhirnya adalah kebahagian kelak di akhirat yang puncaknya adalah kedekatan dengan tuhan.

Baca Juga: Manusia Akan Dijemput Kematian


“setiap yang bernyawa akan merasakan mati”

Allah memberitahukan kepada semua makhluknya secara umum. Bahwa setiap yang
bernyawa akan merasakan mati, maka apa yang harus direnungi dalam kematian ini?
“seseorang yang selalu mengingat kematian akan mengisi setiap ruang dan waktu hanya untuk menyiapkan bekal dalam menghadapi kematiannya”.

Baca Juga: Manfaat Berlatih Pernapasan Untuk Pengidap Insomnia

Terkadang banyak manusia sekarng yang terpana dengan fatamorgana dalam kehidupan yang sesaat ini, mereka berlomba-lomba dalam mencari harta, berkehidupan megah, meninggikan gengsi dan menghiraukan kepedulian sosial di
lingkungan nya.
Maka dari itu perlu kita renungi bersama bahwa kita memerlukan orang lain dalam
berkehidupan karena pada dasarnya manusia adalah zoon politicon (makhluk sosial) yang memerlukan oranglain, mana mungkin seseorng yang mati menguburkan oleh dirinya sendiri.

Baca Juga: Cahaya Handphone Bisa Menurunkan Hormon Melatonin

Kehidupan kedua setelah dunia adalah akhirat, orang islam meyakini akan hal itu, karena bagian pokok dari dia beriman kepada tuhannya, orang yang bersungguh-sungguh beriman kepada Allah SWT, dan melaksanakan perintah-Nya, menjauhi larangan-Nya dan mengharap rahmat serta ridha-Nya akan mendapatkan kebahagian di akhirat kelak sebagaimana janji dalam kitab-Nya.


Dari semua itu kita Kembali kepada konsep siapa yang kita sembah, semua agama meyakini akan adanya Allah, akan tetapi mereka menjadikan sesuatu yang bestatus makhluk menjadi Khaliq (Tuhan). Perlu kita renungi bersama bahwa setiap utusan yang allah turunkan memawa misi untuk menyembah kepada-Nya.

“Barangsiapa yang mengenal dirinya maka akan mengenal tuhannya”.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Abdul Qodir Majid

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Kedaulatan Pangan Dimulai dari Desa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 19:49 WIB

Mendadak Tua

Sabtu, 18 Juli 2026 | 04:47 WIB

Pagi, Aku Tak Berarti?

Sabtu, 11 Juli 2026 | 05:45 WIB

Jalan Tangguh Iran

Sabtu, 4 Juli 2026 | 12:43 WIB

Saat Regenerasi Menemukan Namanya: Isfhan

Sabtu, 4 Juli 2026 | 12:32 WIB

Menyiapkan Sekoci bagi Penumpang Kapal Retak

Kamis, 2 Juli 2026 | 14:04 WIB

Wahai Mentari Pagi!

Rabu, 1 Juli 2026 | 07:46 WIB

Mencegah Korupsi di Tatar Santri

Selasa, 30 Juni 2026 | 19:34 WIB
X