Oleh: Nanang Gojali (Dosen Ilmu Alquran dan Tafsir di FISIP UIN Bandung, Ketua Komisi Jilit MUI Cianjur, dan Pengasuh komunitas NGABAR)
Ketika kita hendak mengkhatamkan Al-Qur'an dalam jangka waktu satu bulan (lunar), yang berarti kita harus menentukan mana juz pertama, kedua dan seterusnya, maka kita harus mengarahkan perhatian kepada bagaimana caranya Al-Qur'an itu dibagi.
Malaikat Jibril datang kepada Rasulullah SAW dalam jangka waktu 23 tahun untuk menyampaikan Wahyu ke dalam hati Nabi SAW. Beberapa wahyu terdiri dari bagian yang pendek-pendek, sementara bagian lainnya cukup panjang. Malaikat menginstruksikan kepada Baginda Nabi terkait letaknya, yakni manakah setiap wahyu tersebut harus disisipkan dalam Kitab ini.
Buku ini tidak sedang membahas mengenai urutan kronologis turunnya wahyu-wahyu tersebut, melainkan lebih mengarahkan perhatian kepada susunan di mana Al-Qur'an dibagi-bagi ke dalam Suwar (jamak dari Surah) dan letak penempatannya dalam Al-Qur'an untuk setiap Surah.
11 Suwar pertama Al-Qur'an setelah Surah al-Fatihah, dengan pengecualian Surah al-Anfaal, yaitu:
al-Baqarah: 286 ayat, Ali Imran: 200, an-Nisa: 177, al-Maidah: 120, al-An'am: 166, al-A'raf: 206, al-Anfal: 75, at-Taubah: 129, Yunus: 109, Hud: 123 dan Yusuf: 111
Semuanya adalah Suwar yang panjang. Ini tidaklah mungkin suatu kebetulan. Pasti ada alasan di balik penyusunan Suwar Al-Qur'an ini.
Mengapa seluruh Suwar panjang terletak di bagian awal Al-Qur'an? Mengapa Surah yang terpanjang dari seluruh Al-Qur'an, yaitu, Surah al-Baqarah (dengan 286 ayat) terletak d bagian yang paling awal dalam susunan Al-Qur'an?
18 Suwar terakhir Al-Qur'an, sebaliknya, hanya sekitar 10 ayat panjangnya, yaitu:
al-Qadr: 5, al-Bayyinah: 8, az-Zalzalah: 8, al-'Aadiyat: 11, al-Qaari'ah: 11, at-Takatsur: 8, al-'Ashr: 3, al-Humazah: 9, al-Fil: 5, al-Quraisy: 4, al-Ma'un: 7, al-Kautsar: 3, al-Kafirun: 6, an-Nashr: 3, al-Lahab: 5, al-Ikhlas: 4, al-Falaq: 5, dan an-Nas: 6.
Mengapa Al-Qur'an berakhir dengan Suwar pendek, dan mengapa Suwar terpendek dari semua, yaitu, Surah al-Kautsar dan Surah an-Nashr (dengan hanya 3 ayat masing-masingnya), terletak hampir di bagian paling akhir dalam susunan Al-Qur'an?
Akhirnya, mengapa terdapat penyusutan yang merata terkait jumlah ayat dari Surah-Surah Al-Qur'an tersebut dari permulaannya hingga yang paling akhir?
Seyogianya cukup mudah bagi para pembaca untuk mencermati berkurangnya panjang Suwar secara bertahap dari permulaan sampai penghujungnya.
Para pembaca mungkin sudah mengetahui, bahwa ada perbedaan pandangan mengenai jumlah Ayat, di setiap Surah dalam Al-Qur'an. Hal ini dikarenakan Al-Qur'an bukan diwahyukan sebagai sebuah dokumen tertulis yang ayat-ayatnya dengan jelas ditentukan. Melainkan, perlu upaya manusia dalam menentukan jumlah ayat dalam setiap masing-masing Surah, sehingga ada perbedaan dalam penjumlahan ayatnya.
Artikel Terkait
Tanggul Cikapundung Bandung Jebol, Sekitar 600 Rumah Warga Braga Terkena Dampak
Seruan Indonesia Damai Forum Negarawan Dari Cijantung Jakarta
Kearifan Lokal Masyarakat Islam di Wilayah Sunda (Bag 2)
Perencanaan Partisipatif dalam Mewujudkan Ballak Baca di Desa Rancadaka
Semangat Toleransi Beragama
Asep Sopyan Halim, Putra Cianjur Selatan Menuju Senayan
Wow, Kandungan Edamame Yang Bermanfaat Bagi Tubuh
10 Manfaat Konsumsi Edamame, Cek Disini
Catatan Pertemuan Forum Negarawan Putaran Ke - 11 Dari Kompleks Kopassus Cijantung Jakarta
TB Ace Hasan Syadzily Berharap Program PKH Bisa Turunkan Angka Stunting di KBB