Asep Sopyan Halim, Putra Cianjur Selatan Menuju Senayan

photo author
Abdul Qodir Majid, Journal Nusantara
- Jumat, 12 Januari 2024 | 19:51 WIB
Asep Sopyan Halim Caleg DPR RI Dapil Jabar III, Anggota DPRD Cianjur Ketua Fraksi PAN (Abdul Qodir Majid)
Asep Sopyan Halim Caleg DPR RI Dapil Jabar III, Anggota DPRD Cianjur Ketua Fraksi PAN (Abdul Qodir Majid)

JournalNusantara.com - Politik sering dipandang negatif, terkadang dimaknai kotor dan penuh intrik kepentingan dengan menghalalkan segala cara dalam pencapaian tujuannya. Padahal disisi lain politik itu adalah suatu cara membuat kebijakan untuk kepentingan menghadirkan kemashlahatan ummat.

Politisi Partai Amanat Nasional PAN). Asep Sopyan Halim yang saat ini menjadi Ketua Fraksi PAN DPRD Kabupaten Cianjur berpandangan bahwa Politik dakwah dimaknai sebagai suatu tata pengaturan hidup manusia dalam masyarakat dan negara yang dipengaruhi oleh usaha mengajak manusia kepada jalan Allah SWT untuk mendapatkan keselamatan hidup di dunia dan akherat.

"Politik dan dakwah memiliki tujuan yang sama, yakni berupaya mewujudkan kehidupan masyarakat yang paripurna sejahtera lahir dan batin, maka keduanya seiring sejalan satu frekwensi. Pemahaman seperti ini seharusnya menjadi dasar pengetahuan masyarakat, terutama para politisi. Aktivitas politik yang dijalankan jangan tercerabut dari akar fondasi nilai tauhid dan misi syiar dakwah Islam rahmatan lil’alamiin dan amar ma’ruf nahyi munkar." Ujar Asep Sopyan kepada JournalNusantara.com, Jum'at (12/1/2024).

"Amanah kepemimpinan harus ditasharufkan untuk menghadirkan kemashlahatan masyarakat. Energi kekuasaan sangat besar dan strategis sekali dalam upaya melakukan perubahan menuju kemajuan dan kesejahteraan masyarakat". Tambah pria yang akrab dipanggil Kang Asep tersebut.

Kang Asep yang saat ini merupakan Caleg DPR RI Dapil Jabar III merupakan salahsatu pendukung program pemekaran DOB Kabupaten CianjurSelatan. 

"Salah satu isu pembangunan di Kabupaten Cianjur yaitu dihadapkan kepada permasalahan posisi indeks pembangunan manusia (IPM) yang berada pada posisi papan bawah di Jawa Barat. Artinya masyarakat Cianjur derajat kualitas hidup manusia nya masih dibawah daerah kabupaten lain di Jawa Barat. IPM menjelaskan bagaimana penduduk dapat mengakses hasil pembangunan dalam memperoleh pendapatan, kesehatan, dan pendidikan. IPM menjadi indikator penting dalam mengukur keberhasilan membangun kualitas hidup masyarakat." Ungkap Kang Asep.

Selain itu Kang Asep menilai bahwa isu lain yang bersifat kewilayahan adalah terjadinya disparitas pembangunan terutama wilayah Cianjur selatan dibanding dengan wilayah Cianjur tengah dan utara. Pembangunan infrastruktur untuk fasilitas umum seperti jalan, sekolah, rumah sakit dan pusat pertumbuhan ekonomi di wilayah Cianjur selatan masih sangat terbatas.

"Solusinya dalam jangka pendek adalah harus adanya komitmen dari pimpinan daerah dan stakeholder dalam melakukan percepatan dan pemerataan pembangunan infrastruktur di wilayah Cianjur selatan. Ikhtiar lain dalam upaya percepatan dan pemerataan pembangunan wilayah Cianjur selatan adalah mempercepat proses realisasi usulan wilayah Cianjur selatan menjadi calon persiapan daerah otonomi baru (CPDOB) dari pemerintah pusat. Mengikhtiarkan percepatan pembangunan Cianjur Selatan berarti mempercepat pemerataan pembangunan Kabupaten Cianjur secara keseluruhan." Tegas Kang Asep.

Kiprah Kang Asep diberbagai organisasi seperti Ketua Senat Mahasiswa Fakultas Ushuluddin IAIN SGD Bandung, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Soreang Bandung, Himpunan Mahasiswa Tjianjur (HIMAT), Ketua Umum DPD BKPRMI Kabupaten Cianjur, Wakil Ketua KNPI Kabupaten Cianjur, Pengurus Forum Komunikasi Karang Taruna (FKKT) Kabupaten Cianjur, Sekretaris Umum PD DMI Kabupaten Cianjur, Pengurus MUI Kabupaten Cianjur, Ketua LTM PCNU Cianjur, Ketua LAZISNU PCNU Cianjur, Wakil Ketua PCNU Cianjur, Wakil Ketua PD DMI Kabupaten Cianjur, Wakil Ketua Forum Pondok Pesantren Kabupaten Cianjur, Pengurus ICMI Kabupaten Cianjur, Penasehat Perkumpulan Masyarakat Cianjur Kidul, Ketua DPD PAN Kabupaten Cianjur (2013-2016) dan Ketua MPPD DPD PAN Kabupaten Cianjur telah menjadikannya salahsatu politisi yang cakap sehingga wajar banyak yang mendorong dirinya didorong menjadi Caleg DPR RI.

Suami dari Eni Mulyasaritersebut lahir di wilayah perkampungan tepatnya di Kampung Lingkungsari Desa Sukasirna Kecamatan Leles 52 tahun lalu dari keluarga petani, ia anak bungsu dari 12 bersaudara dari Ibu Hj. Kholisoh Mulyam dan ayah H. Nurdin Halim. Menjalani pendidikan formal terakhir di IAIN Sunan Gunung Djati Bandung.

"Intinya niatkan kegiatan politik sebagai badah, perjuangan pemekaran DOB Cianjur Selatan atau yang lainnya merupakan ladang amal dan bisa menjadi investasi dunia akherat." Pungkas Kang Asep.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Abdul Qodir Majid

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X