Pergantian Tahun dan Pergantian Presiden

photo author
Abdul Qodir Majid, Journal Nusantara
- Selasa, 2 Januari 2024 | 18:05 WIB
Perayaan malam tahun baru. (Husein Effendi)
Perayaan malam tahun baru. (Husein Effendi)

Walhasil, acara menanti waktu peralihan tahun kali ini agaknya akan menjadi catatan sejarah dari persahabatan tiga serangkai. Ibarat tunggu api di dapur, antara yang satu dengan yang lain sungguh dapat saling menggenapkan.

Mungkin bukan pula suatu kebetulan, kami bertiga pun memiliki idola yang sama pada pasangan Calon Presiden Indonesia yang akan dipilih pada Pemilu tahun 2024. Jadi layak penopang periuk nasi di dapur tradisional dahulu, kami bertiga cukup kompak dan solid untuk saling menguatkan antara yang satu dengan yang lain.

Acara menyambut peralihan tahun ini pun dia rancang lebih bebas dan santai, meski tidak ada acara sate menyate atau membakar ikan.

Jadi, model atau pilihan gaya hidup Karto Glinding meski dalam kondisi ekonomi yang pas-pasan, dia suka cara hidup yang praktis.

Apalagi dia telah mengusulkan, agar membawa serta anak dan istri, termasuk cucu dan menantu, jika mau. Pendek cerita, acara tiga serangkai bersama keluarga masing-masing ini sungguh gayeng dan asyik menjemput pagi.

Karto Glinding memang nyentrik dan unik. Perilaku dirinya yang khas itu tak sedikit pun luntur sejak masa remajanya dahulu. Namun yang tidak kalah unik dalam acara informal ini, justru sifat kekeluargaan ini, memiliki nilai tambah budaya tersendiri. Karto Glinding pun membuka kata sambutannya dengan gaya yang kocak dan formal, seakan-akan seperti sedang membuka sidang kabinet untuk membahas proyek strategis nasional.

Aku pun jadi terpesona kagum dan takjub. Sebab Parto Glinding mampu menguasai forum yang beraneka ragam strata sosial dan latar belakang pendidikan serta jenjang usia yang terpaut jauh seperti dengan anak dan cucu dan para menantu yang gemeriap hadir hingga menjadi paripurna dalam suasana acara menunggu waktu pergantian tahun yang bisa disebut "murah meriah" ini.

Baca Juga: Lima Problema Mendasar Dunia

Dalam sambutan bergaya formal ini, Karto Glinding tetap tak sampai kehilangan selera humornya yang tinggi. Bahasa ucapnya pun sangat terkesan telah dia diselaraskan dengan bahasa anak-anak yang justru lebih dominan memenuhi beranda rumahnya yang apik dan asri.

Sementara Markenun, tampak tercenung, seakan-akan sedang memikirkan hutang negara yang semakin berat dan mengerikan itu. Dia rampak mengikuti untaian kata yang diucapkan Karto Glinding dengan seksama, karena pidato Karto Glinding sungguh menarik perhatian, termasuk bagi anak-anak dan para cucu yang banyak pula mulai memasuki usia remajanya kini.

Tak luput juga Karto Glinding menggambarkan suasana politik yang semakin memanas. Dan kita jangan sampai ikut terjebak, apalagi harus menjadi korban dari persaingan tiga kandidat presiden, meskipun kami bertiga telah mempunyai satu pilihan yang sama, kata Karto Glinding yang ditimpali oleh selorohannya Markenun yang lirih hingga kurang terdengar logat Sumatra yang dibuat kental..

Karena apapun ceritanya, ksta Karto Glinding, memilih Pemimpin itu gunanya untuk mengurus rakyat agar lebih enak dan bebas dari deda dan derita. Lalu mengapa rakyat dijadikan korban, hanya untuk memilih pemimpin yang harus mengurus semua masalah dan kepentingan kita sebagai rakyat ?

Begitulah, perguliran waktu peralihan tahun pun memasuki detik-detik terakhir. Terompet pun saling bersaut-sautan dari kampung seberang, dan kembang api pun meluncur ke langit, seakan sedang menghantar tahun yang telah usang untuk kembali disimpan di langit. Jadi, pergantian tahun itu sama dengan pergantian Presiden, seperti sunnatullah yang tidak bisa dan tidak boleh dihambat oleh siapapun, termasuk oleh Presiden sendiri.***

 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Abdul Qodir Majid

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Korupsi Musuh Pancasila

Senin, 1 Juni 2026 | 17:49 WIB

Lima Sila sebagai Lima Luka

Senin, 1 Juni 2026 | 08:25 WIB

Refleksi Tentang Kesetaraan Gender

Sabtu, 30 Mei 2026 | 08:53 WIB

Qurban dan Kepedulian Sosial

Selasa, 26 Mei 2026 | 21:04 WIB

Dua Wajah Indonesia

Selasa, 26 Mei 2026 | 04:34 WIB

Mengapa Indonesia Sulit Maju?

Minggu, 24 Mei 2026 | 08:07 WIB

Rekacipta Indonesia

Sabtu, 23 Mei 2026 | 08:16 WIB

Perangai Islam Ilmiah

Sabtu, 23 Mei 2026 | 08:13 WIB

Sistem AHWA dalam Pemilihan Ketua Umum PBNU

Jumat, 22 Mei 2026 | 05:29 WIB

Menenun Kebangkitan Adab

Rabu, 20 Mei 2026 | 18:20 WIB
X