Walhasil, acara menanti waktu peralihan tahun kali ini agaknya akan menjadi catatan sejarah dari persahabatan tiga serangkai. Ibarat tunggu api di dapur, antara yang satu dengan yang lain sungguh dapat saling menggenapkan.
Mungkin bukan pula suatu kebetulan, kami bertiga pun memiliki idola yang sama pada pasangan Calon Presiden Indonesia yang akan dipilih pada Pemilu tahun 2024. Jadi layak penopang periuk nasi di dapur tradisional dahulu, kami bertiga cukup kompak dan solid untuk saling menguatkan antara yang satu dengan yang lain.
Acara menyambut peralihan tahun ini pun dia rancang lebih bebas dan santai, meski tidak ada acara sate menyate atau membakar ikan.
Jadi, model atau pilihan gaya hidup Karto Glinding meski dalam kondisi ekonomi yang pas-pasan, dia suka cara hidup yang praktis.
Apalagi dia telah mengusulkan, agar membawa serta anak dan istri, termasuk cucu dan menantu, jika mau. Pendek cerita, acara tiga serangkai bersama keluarga masing-masing ini sungguh gayeng dan asyik menjemput pagi.
Karto Glinding memang nyentrik dan unik. Perilaku dirinya yang khas itu tak sedikit pun luntur sejak masa remajanya dahulu. Namun yang tidak kalah unik dalam acara informal ini, justru sifat kekeluargaan ini, memiliki nilai tambah budaya tersendiri. Karto Glinding pun membuka kata sambutannya dengan gaya yang kocak dan formal, seakan-akan seperti sedang membuka sidang kabinet untuk membahas proyek strategis nasional.
Aku pun jadi terpesona kagum dan takjub. Sebab Parto Glinding mampu menguasai forum yang beraneka ragam strata sosial dan latar belakang pendidikan serta jenjang usia yang terpaut jauh seperti dengan anak dan cucu dan para menantu yang gemeriap hadir hingga menjadi paripurna dalam suasana acara menunggu waktu pergantian tahun yang bisa disebut "murah meriah" ini.
Baca Juga: Lima Problema Mendasar Dunia
Dalam sambutan bergaya formal ini, Karto Glinding tetap tak sampai kehilangan selera humornya yang tinggi. Bahasa ucapnya pun sangat terkesan telah dia diselaraskan dengan bahasa anak-anak yang justru lebih dominan memenuhi beranda rumahnya yang apik dan asri.
Sementara Markenun, tampak tercenung, seakan-akan sedang memikirkan hutang negara yang semakin berat dan mengerikan itu. Dia rampak mengikuti untaian kata yang diucapkan Karto Glinding dengan seksama, karena pidato Karto Glinding sungguh menarik perhatian, termasuk bagi anak-anak dan para cucu yang banyak pula mulai memasuki usia remajanya kini.
Tak luput juga Karto Glinding menggambarkan suasana politik yang semakin memanas. Dan kita jangan sampai ikut terjebak, apalagi harus menjadi korban dari persaingan tiga kandidat presiden, meskipun kami bertiga telah mempunyai satu pilihan yang sama, kata Karto Glinding yang ditimpali oleh selorohannya Markenun yang lirih hingga kurang terdengar logat Sumatra yang dibuat kental..
Karena apapun ceritanya, ksta Karto Glinding, memilih Pemimpin itu gunanya untuk mengurus rakyat agar lebih enak dan bebas dari deda dan derita. Lalu mengapa rakyat dijadikan korban, hanya untuk memilih pemimpin yang harus mengurus semua masalah dan kepentingan kita sebagai rakyat ?
Begitulah, perguliran waktu peralihan tahun pun memasuki detik-detik terakhir. Terompet pun saling bersaut-sautan dari kampung seberang, dan kembang api pun meluncur ke langit, seakan sedang menghantar tahun yang telah usang untuk kembali disimpan di langit. Jadi, pergantian tahun itu sama dengan pergantian Presiden, seperti sunnatullah yang tidak bisa dan tidak boleh dihambat oleh siapapun, termasuk oleh Presiden sendiri.***
Artikel Terkait
Upaya Komunitas Dalam Mengatasi Sampah Penyebab Bau Lingkungan dan Banjir di Majalaya
Pemberdayaan Masyarakat Desa
Pengembangan Masyarakat Pedesaan dan Industri
Pemberdayaan Masyarakat melalui Pengembangan Ekowisata Desa Karangsong, Indramayu, Jawa Barat
Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Berbasis Pondok Pesantren Melalui Agribisnis
Pemberdayaan Masyarakat Desa Melalui (GERMAS) Gerakan Masyarakat dalam Pelestarian Lingkungan Hidup Upaya Menciptakan Kampung Hijau di Desa Campaka
Gunakan Motor, Kapolda Jabar dan Pangdam III Siliwangi Cek Lalu Lintas Libur Nataru
Lima Problema Mendasar Dunia
Tips Bahagia
Hari Pertama Tahun 2024, Mahasiswa PMI UIN Bandung Bantu Masyarakat Relokasi Gempa