Termasuk lahan di berbagai tempat tak hanya di Pulau Rempang yang akan segera membolduzer warga masyarakat setempat, tapi juga di tempat lain seperti Wadas di Purworejo serta ribuan lahan di Air Bangis, Sumatra Barat dan daerah lain -- perlu kita do'akan agar tidak melupakan serta tidak merugikan penduduk sekitarnya.
Begitu juga bahasa ucap "gusur" dan "buldozer" yang baru muncul pada era pembangunan yang sangat dominan menyingkirkan rakyat. Sehingga istilah gusur dan buldozer sudah populer sebelum disebutkan oleh Luhur Binsar Panjaitan pada mereka yang hendak menghalangi investasi. Padahal warga masyarakat Pulau Rempang itu ingin ikut dalam pengembangan investasi raksasa itu, agar mereka tidak semakin kerdil dan jadi penonton saja dari proyek di sekitar kampung mereka yang telah dihuni sejak tiga abad silam itu.
Begitulah kisah dari istilah piting memiting dan buldozer dahulu dari kampung kami yang kini jadi semakin populer untuk kembali memperkaya khazanah bahasa dan sastra Indonesia yang tak juga tengah dimiskinkan secara sistematis, masif dan strukturalism sifatnya dalam iklim politik di negeri ini.
Untung saja, saat paparan ulasan ini sedang dibaca ulang oleh Tim Bahasa pada waktu siang, pada waktu sore tim kami mendapat kiriman foto wajah dan rekaman pernyataan permintaan maaf langsung dari Laksamana Yudo Margono sehingga menjadi semakin relevan untuk disebut serba kebetulan seperti pepatah lapuk dahulu yang mengungkapkan "pucuk dicinta ulam pun tiba" sungguh persis seperti apa adanya tulisan berikut ini. Sehingga tidak jadi kami pasang foto diri kami pribadi.***
Artikel Terkait
Hadiri Sarasehan, Bupati Subang Bantu Para Peternak
Merengkul Keragaman: Ras dan Pluralitas Agama dalam Perspektif Islam
Kembali, KPK Tahan Tersangka Korupsi Bansos Beras Rakyat Miskin
Waspada, Ini 6 Gejala Sistem Imun Tubuh yang Sedang Lemah dan Bermasalah
10 Cara Menjaga Kesehatan Sendi
Pendaftaran PPPK dan CPNS 2023 Mulai Dibuka
Hikayat Dua Pendaki Gunung
Cara Turunkan Gula Darah Dengan Pilihan Nasi
Pemerintah Jangan Terburu-Buru Melanjutkan Investasi Rempang
Kekayaan Bahasa Memiting, Membolduzer Perlu Diingat Agar Tak Punah Seperti Alam, Kekayaan Negeri Kita (Bag 1)