Enam, ketauladanan Rasulullah dalam hal keragaman ras tidak dapat tersangkal oleh siapapun. Beliau tidak saja merangkul keragaman itu. Tapi memperjuangkan dan membela kesetaraan.
Satu contoh yang terkenal adalah ketika membela Bilal di hadapan Abu Dzar yang memanggilnya “anak Ibu yang hitam”. Beliau mengatakan “Wahai Abu Dzar, anda adalah orang yang masih punya kejahilan”.
Bahkan dalam khutbah wada’ (final sermon) di padang Arafah beliau mendeklarasikan hal yang beberapa abad kemudian dideklarasian oleh PBB dengan nama “Declaration of Human Rights”. Beliau menegaskan: “Tuhan kalian satu. Ayah kalian satu. Semua kalian adalah keturunan Adam dan Adam tercipta dari tanah. Tidak ada kelebihan orang Arab di atas non Arab atau sebaliknya. Dan tidak ada kelebihan orang putih di atas orang hitam dan sebaliknya. Hanya dengan ketakwaan di antara kalian”.
Tujuh, konsep komunitas atau bangsa (umat) dalam Islam melampaui semua batas-batas kemanusiaan, termasuk batas rasial. Dan semua yang menjadi bagian dari umat ini memiliki kesetaraan dalam agama. “Sesungguhnya yang paling mulia di antara kalian adalah yang paling bertakwa” (Al-Hujurat: 13).
Islam dan Pluralitas Agama
Islam tidak pernah mengajarkan bahwa semua manusia suatu ketika akan menerima agama ini. Bahkan Islam mengajarkan bahwa keragaman agama menjadi bagian dari sunnatullah dalam kehidupan, sekaligus ujian dan jalan untuk berkompetisi di antara manusia.
Pada akhirnya Allah akan yang menentukan/membuka kebenaran di hadapan mata setiap manusia. “Dan Allah akan memberitahu kalian apa-apa yang kalian perselisihkan”.
Pandangan Islam terhadap pluralitas agama terlihat di bawah ini:
Satu, Islam secara mendasar meyakini bahwa ajaran agama itu satu. Yaitu meyakini Tuhan yang Satu dan berserah diri secara totalitàs kepadaNya. Itulah esensi dasar Islam. “Rasulullah mengimani apa yang diturunkan kepadanya, juga orang-orang beriman..semua mengimani Allah,
MalaikatNya, Kitab-kitabNya, dan Rasul-RasulNya. (Mereka berkata): kami tidak membeda-bedakan di antara mereka” (Al-Baqarah: 286).
Dua, sebagaimana agama Kristen, Islam diyakini sebagai agama misi (missionary). Tapi ajakan Islam (Dakwah) bukan kepada “kelompok”. Ayat-ayat yang memerintahkan Dakwah selalu merujuk kepada “ajakan kepada Allah” atau “ajakan kepada jalan Allah”. (Lihat an-Nahl: 125 dan Yusuf: 33).
Tiga, Iman dan keyakinan dalam pandangan Islam adalah “kesadaran batin” yang tidak mungkin dipaksakan. Karenanya harus terbangun dengan “kebebasan” (freedom). Untuk itu Islam dengan tegas melarang paksaan beragama. (al-Baqarah: 226).
Empat, Islam mengakui dan menghormati eksistensi agama-agama lain. Mengakui dan menghormati bukan berarti membenarkan dan meyakini. Tapi memberikan ruang pada orang lain untuk meyakini dan mengikuti agama masing-masing. “Bagimu agamamu dan bagiku agamaku” (Al-Kafirun: 5).
Lima, konsep kesalehan dalam Islam bersifat Universal. Dan karenanya pada setiap Komunitas ada kesalehan pada aspek kehidupan sosial. Secara Akidah dan ritual masing-masing agama meyakini kebenaran mutlak. Tapi secara sosial kesalehan tidak didominasi oleh Komunitas tertentu. “Wahai manusia…sesungguhnya yang termulia di antara kalian adalah yang paling bertakwa”.
Enam, konsep ketuhanan dalam Islam adalah ketuhanan yang bersifat inklusif dan universal. Karenanya Tuhan dalam Islam tidak pernah dibatasi oleh batasan ras, etnis dan lain-lain. Tuhan itu adalah Tuhan semesta alam (alamin) dan Tuhan manusia (an-naas).
Tujuh, Islam memandang semua manusia tanpa kecuali dengan pandangan positif (positive view). Bahwa semua manusia terlahir dalam keadaan baik, suci atau fitrah. (Lihat ar-Rum: 30).
Artikel Terkait
ISNA Convention dan Representasi Indonesia
Disdik Jabar Terima 2 Mobil untuk Dimanfaatkan dalam Pendidikan Vokasi
Dua Pekan, Polres Bogor Ungkap 14 Kasus Peredaran Narkoba
Bertemu USAID, Menteri PUPR Bahas Progres Ibu Kota Nusantara
Antisipasi Penimbunan, Polres Ciamis Cek Harga Sembako ke Berbagai Pasar
Tinjau Infrastruktur di Bogor, Bey Machmudin Tegaskan Bentuk Kehadiran Pemerintah untuk Masyarakat
Hongkong Open 2023, Indonesia Bawa Pulang 2 Juara
Terima SBY - AHY di Hambalang : SBY siap turun gunung, Demokrat mendukung Pak Prabowo sebagai Calon Presiden
BPBD Cianjur Terus Genjot Pemulihan Akibat Gempa 5,6 Magnitudo
Hadiri Sarasehan, Bupati Subang Bantu Para Peternak