Seni Adu Penalti, Menguasai Tendangan dan Menaklukkan Mentalitas Lawan

photo author
M Wawan, Journal Nusantara
- Selasa, 18 November 2025 | 20:00 WIB
Borussia Dortmund hentikan lanju Frankfurt di Piala DBF Pokal dan melesat ke babak 16 besar lewat adu penalti  (Instagram/ @bvb09)
Borussia Dortmund hentikan lanju Frankfurt di Piala DBF Pokal dan melesat ke babak 16 besar lewat adu penalti (Instagram/ @bvb09)

 

Tugas kiper adalah membuat penendang merasa tertekan dan membaca niat mereka.

Pemanfaatan Garis Gawang: Kiper harus tetap berada di garis gawang sampai tendangan dilakukan. Tujuannya adalah membuat diri terlihat sebesar mungkin (making yourself big).

Membaca Penendang: Perhatikan gerakan mata, posisi tubuh, dan langkah penendang. Penendang yang cenderung melihat ke salah satu sisi gawang sebelum ancang-ancang sering kali akan menendang ke arah itu.

Aksi di Detik Terakhir: Jangan bergerak terlalu cepat. Kiper profesional sering kali menunggu hingga penendang melakukan kontak dengan bola (sekitar $0,2$ detik) sebelum menjatuhkan diri, karena tendangan di detik terakhir memiliki peluang lebih besar untuk diblok.

Psikologi: Kiper dapat mencoba mengalihkan perhatian penendang dengan bergerak-gerak di garis atau menunjuk ke salah satu sudut, memaksa penendang meragukan keputusannya sendiri.

Secara keseluruhan, kunci utama adu penalti adalah ritual persiapan yang dilakukan penendang dan kemampuan kiper untuk menekan psikologis lawan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: M Wawan

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Mencerna Makanan Saat Sakit

Sabtu, 4 April 2026 | 10:43 WIB

Taktik Serangan Balik Sepakbola

Jumat, 3 April 2026 | 20:38 WIB
X