CIANJUR, JournalNusantara.com - Kisruh penanganan gempa Cianjur dengan maraknya aksi masa, hingga saat ini masih berlansung. Bahkan masa aksi hampir setiap hari melakukan aksinya di depan Pendopo Kab. Cianjur.
Tenda-tenda didirikan oleh masa aksi, dan mereka berjanji akan terus melakukan kegiatan aksi ini hingga tuntutan dikabulkan oleh pihak Pemda Cianjur.
Sebagaimana diketahui sebelumnya, selain aksi di depan Pendopo Cianjur dengan jumlah masa yang cukup besar, masa aksi yang mengatasnamakan Aliansi Masyarakat Cianjur Menggugat (AMCM) pun menggelar audiensi di Gedung DPRD Kab. Cianjur dan menghasilkan kesepakatan dengan ditandatanganinya tuntutan masa aksi oleh Pimpinan dan para Ketua Fraksi.
Baca Juga: Gila! Tak Puas di Ranjang, Kebiasaan Aneh Ibu Muda Jambi Akhirnya Terbongkar
Sedikitnya, lima partai politik pengusung Bupati Cianjur H Herman Suherman pada Pilkada 2019 turut menandatangani surat kesanggupan yang diajukan ormas dan aktivis Cianjur dalam penanganan pasca gempa.
Adapun kelima Fraksi adalah fraksi PDIP, fraksi Partai Golkar, Fraksi PAN-PPP, dan Fraksi Partai Nasdem. Selain kelima fraksi yang mewakili parpol di DPRD Cianjur, semua fraksi dan pimpinan dewan menyetujui permintaan perwakilan masyarakat terdampak gempa.
“Alhamdulillah DPRD Kabupaten Cianjur melalui pimpinan dewan dan semua fraksi menyepakati surat kesanggupan penanganan pasca gempa,” ujar Soni Farhan Ketua Regional Wilayah SC 234 Kabupaten Cianjur, Rabu 8 Februari 2023.
Sedikitnya, ada tiga poin dalam surat kesanggupan tersebut, pertama di antaranya mengadakan posko pengaduan gempa di DPRD Cianjur bagi warga terdampak gempa.
Baca Juga: Perjalanan 100 Tahun
“Masih banyak permasalahan warga terdampak gempa yang harus dibantu, kita bergerak bersama demi Cianjur,” katanya.
Kedua, merubah termin yang asalnya tiga kali menjadi dua kali yaitu dengan besaran termin pertama 70 persen dan termin kedua 30 persen.
“Kalau sekarang itu kan tiga termin, yaitu 40 persen termin pertama, kedua 30 persen dan ketiga 30 persen,” katanya.
Lalu ketiga akan meminta Bupati Cianjur untuk transparansi dana gempa yabg hingga kini belum jelas, termasuk penerimaan berapa dan pengeluaran berapa. Bahkan mereka sudah membentuk tim khusus untuk mengecek ke setiap instansi dan lembaga yang memberikan donasi.
Baca Juga: Heboh...Jamaah NU Shalat di Gereja Saat Peringati Satu Abad NU
Artikel Terkait
Tegas! Presiden Jokowi Ancam Copot Kapolda/Pangdam Jika Terjadi Kebakaran Hutan
Heboh...Jamaah NU Shalat di Gereja Saat Peringati Satu Abad NU
Presiden Jokowi Hadiri Resepsi 1 Abad NU
Tanda Hitam di Kening, Apakah Termasuk Bekas Sujud?
Mengenal Natasya Priyanka, Puteri Indonesia Kalimantan Timur 2023
Seminar Transformasi Jurnalis Jadi Pengusaha Media
DKPP Tegaskan Bakal Periksa Anggota KPU RI Terkait Verifikasi Partai Politik dan Dugaan Ancaman Kepada Penyele
Fix! 2024 Ibu Kota Negara Resmi Pindah ke Kalimantan Timur
Perjalanan 100 Tahun
Gila! Tak Puas di Ranjang, Kebiasaan Aneh Ibu Muda Jambi Akhirnya Terbongkar