JournalNusantara.com - Peneliti dari Pusat Riset Geoteknologi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Eko Yulianto mengungkapkan bahwa fenomena yang pulau baru di Desa Teinaman Kecamatan Tanimbar Utara itu diakibatkan adanya patahan gempa bumi.
"Pembentukan pulau baru terjadi dalam istilah geologi disebut patahan, dimana proses pengangkatan penurunan daratan terjadi akibat mekanisme siklus gempa," ujarnya.
Baca Juga: Maya Kurnia Indri Sari, Membanggakan Indonesia Melalui Volly
Disebabkan adanya dua fase utama, yakni inter seismic merupakan fase awal gempa bumi dan fase coseismic adalah fase ketika gempa tektonik terjadi.
Ia mengungkapkan pengangkatan dan penurunan daratan oleh mekanisme siklus gempa.
"Seperti yang pernah terjadi pada kasus gempa dan tsunami Aceh tahun 2004, munculnya pulau dengan ketinggian mencapai tiga meter,"ujarnya.
Baca Juga: Penyanyi Religi Veve Zulfikar Ungkap Bangga Berseragam IPPNU
Maka dasar laut dangkal ini bisa menyembul ke atas permukaan laut menjadi pulau baru, ketika laut dangkal sehingga gempa menyentak.
"Untuk mengonfirkasi prosesnya seperti apa sebelumnya kejadian gempa, kemungkinan masyarakat sudah mengamati apakah laut dangkal relatif dekat dengan permukaan air sehingga dengan sekali hentakan kejadian gempa, maka kemudian seolah-olah muncul pulau baru," ujarnya. (Tiara Maulia Setiawan)
Artikel Terkait
Penyanyi Religi Veve Zulfikar Ungkap Bangga Berseragam IPPNU
Maya Kurnia Indri Sari, Membanggakan Indonesia Melalui Volly
Negara-Negara Mayoritas Muslim yang Pernah Jadi Negeri Komunis
Mantap, Xiaomi 13 Harga Murah Bakal Segera Hadir
Potret Seksi Uci Sucita, Pedangdut yang Viral Joget Bareng Wali Kota Tegal
Putri Candrawathi Jadi Tersangka, Namun Dirinya Mengaku Korban
Gubernur Papua Ditangkap KPK
Rumah Ibu Eny dan Tiko saat Ini Sudah Menjadi Terang Menderang
Curhat ke Hotman Paris, Venna Melinda Mengeluh Sakit dan Kecewa Suaminya Tidak Ditahan
Film Legendaris Titanic akan Ditayangkan Kembali di Bioskop