“Tidaklah musibah tersebut turun melainkan karena dosa. Oleh karena itu, tidaklah bisa musibah tersebut hilang melainkan dengan taubat.” (Al Jawabul Kaafi, hal. 87)
JournalNusantara.com/ Opini - Mulutmu harimaumu, mungkin perumpamaan inilah yang paling tepat untuk menggambarkan pernyataan Bupati Cianjur, Herman Suherman beberapa hari lalu di depan awak media.
Seperti yang diketahui sebelumnya, saat diwawancarai oleh beberapa awak media masa, orang nomor satu di Cianjur tersebut kurang lebih menyatakan bahwa bencana gempa bumi di Cianjur adalah berkah. Sontak saja pernyataan tersebut memunculkan polemik dan pada akhirnya menjadi kalimat kontroversi bagi banyak pihak, terutama korban gempa Cianjur tersebut.
Pernyataan Herman oleh sebagian kalangan mungkin dimaknai sebagai 'kegembiraan di atas penderitaan korban gempa'. Hal inilah yang menjadi masalah di tengah warga Cianjur. Eloknya, sebagai seorang Kepala Daerah yang membawahi lebih kurang 2,6 juta penduduk, Herman dapat lebih arif dan bijaksana dalam berkomentar, dengan bahasa lain Herman selaku Bupati tidak "Asbun" alias asal bunyi ketika diwawancarai oleh media.
Kecerobohan dalam berkomentar oleh sekelas Bupati selalu berpotensi menjadi kontroversi, karena jabatan Bupati adalah jabatan politik bukan warisan dari nenek moyang.
Baca Juga: Masyarakat Terdampak Gempa Cianjur Mendatangi Pendopo Pertanyakan Distribusi Bantuan
Apalagi di kesempatan lainpun Herman dengan tegas menyatakan kebutuhannya untuk melakukan perbaikan pasca gempa. Ia tegas mengatakan membutuhkan dana sekitar 6 triliun untuk menghadapi gempa ini. Rinciannya diperuntukan untuk apa, hanya Herman, pihak terkait, dan Tuhan saja yang tahu pastinya.
Kendati demikiam, Herman sudah memberikan klarifikasi terkait pernyataan cerobohnya tersebut. Namun, sebagaimana logika dasar komunikasi, perkataan yang keluar dari mulutmu laksana air yag mengalir di sungai deras, ia akan terus melaju dan tak mungkin kembali. Pun demikian dengan ungkapan Herman tentang Bencana Membawa Berkah akan senantiasa dikenang sebagai "Ketidakpatutan Etika Bupati di Tengah Korban Gempa Cianjur".
Jika saja pernyataan Herman ini dianggap lumrah dan biasa-biasa saja, tentunya tidak akan memunculkan banyak reaksi. Terbaru, tepatnya pada Kamis (22 Desember 2022), ratusan warga yag mengatasnamakan warga korban Gempa Bumi Cianjur menggeruduk Pendopo Pemkab Cianjur yag menjadi simbol kehormatan seorang Bupati, yakni Herman Suherman.
Baca Juga: Akhirnya...Bupati Cianjur Didemo Ratusan Warga, Herman Suherman: Bencana Membawa Berkah
Dalam orasinya, masa aksi tegas mempertayakan apa motif dan tendensi Herman menyatakan kalimat bencana membawa berkah?. Selain itu ada hal lain yang juga krusial yang disampakan oleh masa aksi. Mereka mempertanyakan soal pengadaaan tenda sebesar Rp 3 Miliar, pembuatan jemuran dan dapur umum yang hingga kini tidak jelas pertanggungjawabannya.
Jika kita runut kembali peristiwa gempa Cianjur di hari Senin (21/11) atau tepat satu bulan yang lalu dengan kekuatan 5,6 Magnitudo dan menelan korban jiwa hingga 602 orang, bukanlah hal yang kebetulan, karena dalam Islam tidak ada faktor kebetulan, semuaya sudah digariskan oleh Allah SWT.
Setidaknya berdasarkan data dari BNPB, terdapat 16 kecamatan, 169 desa, 404 guncangan, 335 korban jiwa (data korban meninggal berbeda dengan yang disampakan oleh Bupati Cianjur) dan data penting lainnya mengemuka di ruang publik nasional, bahwa Cianjur kini tengah dilanda musibah gempa bumi.
Artikel Terkait
Santri Kuat di Orasi, Lemah di Literasi?
Sesa Eryka, Puteri Indonesia Berbakat Sumsel 2019 yang Kini Jadi Host TV
TNI Angkatan Laut Cetak Sejarah yang Akan Mempertemukan Militer Korsel dan Korut dalam Latihan Komodo 2023
Negara China Sponsor Terbesar Piala Dunia Qatar 2022 dan Amerika Serikat Menjadi Kedua, "Geser Dominasi AS"
Mak Nyak "Aminah Cendrakasih" Tutup Usia
Perempuan Dilarang Kuliah di Afghanistan, Taliban Kembali Berkuasa
Thariq Halilintar dan Putri Delina Dinilai Cocok oleh Netizen, "Sholehah dan Menutup Aurat"
Kota Banda Aceh tidak Mengizinkan Pesta Tahun Baru, "Bukan Budaya Aceh"
Masyarakat Terdampak Gempa Cianjur Mendatangi Pendopo Pertanyakan Distribusi Bantuan
Akhirnya...Bupati Cianjur Didemo Ratusan Warga, Herman Suherman: Bencana Membawa Berkah