CIANJUR, JournalNusantara.com - Pernyataan Bupati Cianjur, Herman Suherman yang mengatakan bahwa bencana membawa berkah menjadi polemik dan kontroversi di tengah warga Cianjur, terutama warga korban gempa.
Herman selaku pemimpin dianggap tidak peka dengan perasaan warga korban gempa Cianjur saat ini, yang jumlahnya menurut pengakuan Bupati lebih kurang sekitar 602 orang korban meninggal.
Hal ini memicu ratusan orang yang mengatasnamakan warga Cianjur menggelar demo mempertanyakan pernyataan Bupati Cianjur H Herman Suherman tersebut.
Baca Juga: Masyarakat Terdampak Gempa Cianjur Mendatangi Pendopo Pertanyakan Distribusi Bantuan
Selain mempertanyakan maksud pernyataan bencana membawa berkah, masa aksi juag pertayakan pemakaian anggaran penanganan bencana gempa Cianjur di Pendopo Pemkab Cianjur, pada Kamis (22/12/2022).
Ratusan masa aksi bergerak serentak menuju Pendopo Cianjur, lengkap dengan pengeras suara dan mobil komando, dan massa meminta petugas Satpol PP membuka gerbang.
“Buka gerbang, kami ingin bertemu Bupati Cianjur,” teriak peserta aksi unjuk rasa.
Galih Widyaswara yag merupakan salahsatu oratos aksi tersebut mengatakan, massa yang terlibat aksi merupakan warga dan juga korban gempa yang keluarganya meninggal dunia pada saat gempa terjadi, Senin (21/11) lalu.
Baca Juga: Kota Banda Aceh tidak Mengizinkan Pesta Tahun Baru, Bukan Budaya Aceh
“Ada beberapa hal yang ingin kami pertanyakan berkenaan dengan penanganan gempa, termasuk pernyataan bupati tentang bencana membawa berkah,” tutur Galih dalam orasinya.
Herman selaku Bupati Cianjur dianggap tidak sensitif terhadap perasaan keluarga korban yang meninggal akibat gempa, terkesan tidak berempati dengan bayaknya korban jiwa dan luka serta pengungsi yang jumlahnya ratusan ribu.
“Sakit hati keluarga korban ini mendengar pernyataan Bupati ini, masa orang meninggal karena gempa disebut berkah, ini musibah bukan berkah,” ucap Galih menyesalakan pernyataan Bupati Herman. .
Begitupun anggaran penanganan gempa yang juga dipertanyakan oleh massa yang bersumber dari donasi.
Artikel Terkait
Hot Banget! Usai Kebaya Merah, Kini Muncul Video Syur Kebaya Hijau Berdurasi 8 Menit
Santri Kuat di Orasi, Lemah di Literasi?
Sesa Eryka, Puteri Indonesia Berbakat Sumsel 2019 yang Kini Jadi Host TV
TNI Angkatan Laut Cetak Sejarah yang Akan Mempertemukan Militer Korsel dan Korut dalam Latihan Komodo 2023
Negara China Sponsor Terbesar Piala Dunia Qatar 2022 dan Amerika Serikat Menjadi Kedua, "Geser Dominasi AS"
Mak Nyak "Aminah Cendrakasih" Tutup Usia
Perempuan Dilarang Kuliah di Afghanistan, Taliban Kembali Berkuasa
Thariq Halilintar dan Putri Delina Dinilai Cocok oleh Netizen, "Sholehah dan Menutup Aurat"
Kota Banda Aceh tidak Mengizinkan Pesta Tahun Baru, "Bukan Budaya Aceh"
Masyarakat Terdampak Gempa Cianjur Mendatangi Pendopo Pertanyakan Distribusi Bantuan