Akhirnya...Bupati Cianjur Didemo Ratusan Warga, Herman Suherman: Bencana Membawa Berkah

photo author
Ridwan Mubarok, Journal Nusantara
- Kamis, 22 Desember 2022 | 19:17 WIB
Mulutmu harimaumu, mungkin itulah kalimat yag tepat untuk menggambarkan pernyataan Bupati Cianjur, Herman Suherman yag mengatakan bencana adalah berkah, pada akhirnya ia didemo warga korban gempa, Kamis (22/12)
Mulutmu harimaumu, mungkin itulah kalimat yag tepat untuk menggambarkan pernyataan Bupati Cianjur, Herman Suherman yag mengatakan bencana adalah berkah, pada akhirnya ia didemo warga korban gempa, Kamis (22/12)


CIANJUR, JournalNusantara.com - Pernyataan Bupati Cianjur, Herman Suherman yang mengatakan bahwa bencana membawa berkah menjadi polemik dan kontroversi di tengah warga Cianjur, terutama warga korban gempa. 

Herman selaku pemimpin dianggap tidak peka dengan perasaan warga korban gempa Cianjur saat ini, yang jumlahnya menurut pengakuan Bupati lebih kurang sekitar 602 orang korban meninggal.

Hal ini memicu ratusan orang yang mengatasnamakan warga Cianjur menggelar demo mempertanyakan pernyataan Bupati Cianjur H Herman Suherman tersebut.

Baca Juga: Masyarakat Terdampak Gempa Cianjur Mendatangi Pendopo Pertanyakan Distribusi Bantuan

Selain mempertanyakan maksud pernyataan bencana membawa berkah, masa aksi juag pertayakan pemakaian anggaran penanganan bencana gempa Cianjur di Pendopo Pemkab Cianjur, pada Kamis (22/12/2022).

Ratusan masa aksi bergerak serentak menuju Pendopo Cianjur, lengkap dengan pengeras suara dan mobil komando, dan massa meminta petugas Satpol PP membuka gerbang.

“Buka gerbang, kami ingin bertemu Bupati Cianjur,” teriak peserta aksi unjuk rasa.

Galih Widyaswara yag merupakan salahsatu oratos aksi tersebut mengatakan, massa yang terlibat aksi merupakan warga dan juga korban gempa yang keluarganya meninggal dunia pada saat gempa terjadi, Senin (21/11) lalu.

Baca Juga: Kota Banda Aceh tidak Mengizinkan Pesta Tahun Baru, Bukan Budaya Aceh

“Ada beberapa hal yang ingin kami pertanyakan berkenaan dengan penanganan gempa, termasuk pernyataan bupati tentang bencana membawa berkah,” tutur Galih dalam orasinya.

Herman selaku Bupati Cianjur dianggap tidak sensitif terhadap perasaan keluarga korban yang meninggal akibat gempa, terkesan tidak berempati dengan bayaknya korban jiwa dan luka serta pengungsi yang jumlahnya ratusan ribu.

“Sakit hati keluarga korban ini mendengar pernyataan Bupati ini, masa orang meninggal karena gempa disebut berkah, ini musibah bukan berkah,” ucap Galih menyesalakan pernyataan Bupati Herman. .

Begitupun anggaran penanganan gempa yang juga dipertanyakan oleh massa yang bersumber dari donasi.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ridwan Mubarok

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Peringatan Dini Cuaca Ekstrem

Selasa, 5 Mei 2026 | 22:25 WIB

Polri dan TNI Bersinergi Sikat Mafia Migas

Selasa, 7 April 2026 | 17:45 WIB

Menghindari Kemacetan Puncak

Sabtu, 4 April 2026 | 10:40 WIB
X