Bupati Kepulauan Meranti Marah, Sebut Menkeu Iblis dan Setan

photo author
Andre Rusnandar, Journal Nusantara
- Senin, 12 Desember 2022 | 16:28 WIB
Bupati Kepulauan Meranti M Adil (instagram @muhammad_adil_riau)
Bupati Kepulauan Meranti M Adil (instagram @muhammad_adil_riau)

JournalNusantara.com - Bupati Kepulauan Meranti, Muhammad Adil saat menjadi ramai setelah menyebutkan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) sebagai Iblis dan setan.

Tidak hanya itu, Ia juga mengancam untuk bergabung dengan Malaysia jika pemerintah pusat (Indonesia) tidak membagikan dana bagi hasil (DBH) minyak bumi secara adil.

Baca Juga: Putra dan Putri Provinsi Aceh Kawinkan Gelar Duta Pariwisata Indonesia 2022

Ia mengaku tidak mendapatkan penjelasan dari Kemenkeu berapa total yang seharusnya mereka terima, Wilayah Meranti mendapatkan 8000 barel,d minyak.

"Ini untuk pak Dirjen ketahui, berulang kali saya sampai 3 kali menyurati ibu menteri (Menkeu Sri Mulyani) untuk audiensi, Tapi alasanya Menteri keuangan mintanya online,online, online," ujarnya.

Baca Juga: Jadwal Film dan Sepakbola: Senin, 12 Desember 2022, Tayang Madura United vs Bali United

Hingga akhirnya Bupati Kepulauan Meranti ini mendesak untuk kejelasan pembagiannya kepada Kementerian Keuangan (Kemenkeu).


"Kemarin waktu zoom dengan Kemenkeu tidak bisa menyampaikan dengan terang, Didesak, desak, desak barulah menyampaikan dengan terang bahwa 100 dollar/barel," ungkapnnya.

Pada akhirnya ia pergi untuk mengejar Kementerian Keuangan dan hanya di hadiri beberapa staff ia pun mengucapkan bahwa Kementerian Keuangan (Kemenkeu) itu Iblis dan setan.

"Sampai ke Bandung saya kejar Kemenkeu, juga tidak dihadiri oleh yang kompeten. Itu yang hadir waktu itu entah staff atau apalah, sampai pada waktu itu saya ngomong "ini orang keuangan isinya iblis atau setan," pungkasnya.

Baca Juga: Shindia Himatunisa: Serbuan Media Online Terhadap Media Masa

Dia pun mengancam kepada Presiden Jokowi jika tidak mengurusi soal ini dan ia pun akan keluar.
"Jika Bapak Presiden Jokowi tidak mau urus, kasihan kami ke negeri sebelah, apa perlu meranti angkat senjata?," ungkapannya.

"Jika tidak bisa juga, kita ketemu di Mahkamah, Izin pak, saya enek mengahada bapak ini (Dierjen Keuangan), saya lebih baik keluar," Lanjutnya.(Tiara Maulia Setiawan)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Andre Rusnandar

Sumber: viva.co.id

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Peringatan Dini Cuaca Ekstrem

Selasa, 5 Mei 2026 | 22:25 WIB

Polri dan TNI Bersinergi Sikat Mafia Migas

Selasa, 7 April 2026 | 17:45 WIB

Menghindari Kemacetan Puncak

Sabtu, 4 April 2026 | 10:40 WIB
X