Menjadi Jomblo,Kenapa Harus Malu ???

photo author
Andre Rusnandar, Journal Nusantara
- Minggu, 11 Desember 2022 | 17:53 WIB
Ilustrasi menyendiri/Freepik
Ilustrasi menyendiri/Freepik

JournalNusantara.com - Apa disini ada yang sering jalan atau makan sendiri?? Atau mungkin ada yang ingin mencoba tapi
terlalu malu untuk melakukannya karna takut di duga jomblo ngenes?? Hihihi... Menjadi malu.

Baca Juga: Video Mesjid Diobrak-Abrik, Diduga Al-qur'an Dilumuri Darah Viral di Medsos

itu wajar terlebih lagi dalam melarang islam agar setiap pemeluknya memiliki sifat rasa malu karena dapat meningkatkan akhlak seseorang menjadi tinggi. Hah, kok bisa? Karena malu itu
adalah sifat atau perasaan yang membentengi seseorang dari melakukan perbuatan yang buruk.

Baca Juga: Membatik, Cara NU Peduli Kemanusiaan Cianjur Ajak Anak Korban Gempa agar Bangkit

Sayangnya banyak anak zaman sekarang yang sering merasa malu ketika sedang makan atau jalan sendiri, hanya karena memikirkan pendapat orang lain yang melihat
mereka karena takut kesepian, tidak punya teman atau lajang.

Padahal tidak ada yang salah dengan itu semua. Terkadang terkadang kita perlu menyendiri sesekali.

Baca Juga: 8 Besar Piala Dunia 2022: Mengejutkan! Maroko Lolos Semifinal, Perancis Pecundangi Inggris

Namun, menyendiri disini berbeda artinya dengan menjauhkan diri atau memisahkan diri dengan kehidupan sosial.

Kegiatan jalan sendiri ini mungkin lebih akrab atau sering didengar dengan istilah 'me time'. Saya, waktu sendiri adalah upaya untuk menghabiskan waktu singkat untuk diri sendiri
melakukan hobi atau hanya sekadar jalan-jalan santai disekitar taman dekat rumah.

Baca Juga: Kaesang Pangarep Bahagia saat Erina Gudono Duduk di Sampingnya, Cantik Banget Ya

Kegiatan ini juga memiliki banyak manfaat baik dari segi kesehatan fisik maupun mental dan merupakan
cara baik untuk mengulang dari kegiatan sehari-hari yang seringkali dipenuhi dengan banyaknya
beban.

Me time memiliki banyak manfaat salah satunya ampuh mengurangi stres, meningkatkan
konsentrasi, produktivitas, rasa percaya diri dan kreativitas, serta memperkuat mental.

Baca Juga: Mojang Jajaka Cianjur Bentuk Moka Quick Response Bantu Korban Gempa

Kita juga dapat leluasa merencanakan hidup kita kedepannya dengan menilai tuntutan, cita-cita
serta perubahan yang kita inginkan dalam hidup kita.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Andre Rusnandar

Sumber: Glints.com

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Mutiara Pagi: Nilai Persahabatan (Bagian 2275)

Minggu, 19 Juli 2026 | 06:57 WIB

Mutiara Pagi: Kembali pada Diri (Bagian 2274)

Sabtu, 18 Juli 2026 | 06:20 WIB

Mutiara Pagi: Sembunyikan (Bagian 2273)

Jumat, 17 Juli 2026 | 05:47 WIB

Mutiara Pagi: Ketenangan Batin (Bagian 2272)

Kamis, 16 Juli 2026 | 06:03 WIB

Mutiara Pagi: Berikan Sebagian (Bagian 2270)

Selasa, 14 Juli 2026 | 06:32 WIB

Mutiara Pagi: Simpan Sebagian (Bagian 2269)

Senin, 13 Juli 2026 | 11:27 WIB

Mutiara Pagi: Perbedaan (Bagian 2268)

Minggu, 12 Juli 2026 | 06:58 WIB

Mutiara Pagi: Doa Saudara (Bagian 2266)

Jumat, 10 Juli 2026 | 06:37 WIB

Mutiara Pagi: Teruslah Belajar (Bagian 2263)

Selasa, 7 Juli 2026 | 07:44 WIB

Mutiara Pagi: Cahaya Ilmu (Bagian 2261)

Minggu, 5 Juli 2026 | 09:18 WIB

Mutiara Pagi: Hidup adalah Puisi (Bagian 2260)

Sabtu, 4 Juli 2026 | 12:19 WIB

Mutiara Pagi: Kedamaian (Bagian 2259)

Jumat, 3 Juli 2026 | 07:13 WIB

Mutiara Pagi: Kebaikan (Bagian 2258)

Kamis, 2 Juli 2026 | 07:35 WIB
X