nasional

Febrie Adriansyah Ogah Kematian sang Karumga Dikaitkan Kasus Korupsi usai Kini Jenazah Sutrimo Diekshumasi

Kamis, 13 Agustus 2026 | 00:01 WIB
Foto : Menyoroti proses ekshumasi jasad Sutrimo yang diduga Karumga eks Jampidsus, Febrie Adriansyah yang kini terjerat kasus korupsi. (Instagram.com / @storyrakyat_ - @undercover.id)

JournalNusantara.com - Polda Metro Jaya melakukan proses ekshumasi terhadap jenazah Sutrimo, pria yang disebut Kepala Rumah Tangga (Karumga) eks Jampidsus Kejaksaan Agung (Kejagung), Febrie Adriansyah.

Sebelumnya, sebagian publik menyoroti kasus kematian Sutrimo yang dinilai tak wajar usai ditemukan tewas di depan klinik kecantikan Mordent, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan (Jaksel), pada akhir Juli 2026 lalu.

Kematiannya sontak menjadi tanda tanya, terlebih, Sutrimo sejak awal disebut sebagai Karumga Febrie yang kini terjerat kasus korupsi.

Belakangan, pihak keluarga mengakui bahwa Sutrimo memang bekerja untuk Febrie.

Kendati demikian, keluarga mengaku tak tahu pekerjaan Sutrimo selama bekerja untuk tersangka korupsi di lingkungan Kejagung itu.

Kembali soal proses ekshumasi, polisi kini melibatkan ahli forensik dalam menyelidiki jenazah Sutrimo yang dimakamkan di Desa Wlahar, Kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas.

Baca Juga: MC yang Buat Tantangan Hafalan Al-Quran Ditukar Miras, Kini Rumahnya Digeruduk Massa

Polisi: Ekshumasi Bagian dari Penyidikan

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto menyebut, ekshumasi dilakukan sebagai bagian dari proses penyidikan untuk memperoleh bukti medis dan ilmiah guna mengungkap penyebab kematian almarhum.

"Pelaksanaan ekshumasi hari ini merupakan bagian dari proses penyidikan," kata Budi dalam keterangannya, pada Rabu, 12 Agustus 2026.

"Kegiatan ini terlaksana melalui kolaborasi Polda Metro Jaya dengan Polda Jawa Tengah dan Polresta Banyumas," sambungnya.

Budi menerangkan ekshumasi dilakukan melalui tiga tahapan. Yakni, pembongkaran makam, pemeriksaan luar untuk memastikan identitas jenazah sesuai permintaan penyidik, serta pemeriksaan bagian dalam.

Pemeriksaan melibatkan tim gabungan Perhimpunan Dokter Forensik dan Medikolegal Indonesia (PDFMI) dari Jakarta, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.

Tim juga melibatkan ahli laboratorium forensik, toksikologi, DNA, serta histopatologi anatomi.

Halaman:

Tags

Terkini