Padahal seperti ditulis Michel Foucault dalam Of Other Spaces, situs-situs sejarah adalah “heterotopia” yang menyimpan makna identitas, kuasa, dan memori kolektif.
Kesimpulan: Jika Kita Tak Merawat Sejarah, Kita Layak Dilupakan Sejarah
Keterbengkalaiannya Benteng Pendem adalah cermin dari ketidakseriusan kita mengelola memori. Ia bukan sekadar reruntuhan fisik, melainkan reruntuhan kesadaran.
Jika kita tidak segera bertindak melalui riset arkeologis yang serius, restorasi berstandar warisan budaya, dan integrasi dalam narasi pendidikan serta pariwisata lokal maka kita pantas dilabeli sebagai generasi pelupa yang mengkhianati leluhurnya.
Benteng Pendem bukan sekadar situs; ia adalah luka. Dan setiap luka yang diabaikan akan menjadi infeksi peradaban.