Pemerintah pusat dan daerah, akademisi, serta para pemikir kebudayaan harus mengambil sikap tegas: warisan budaya bukan beban, melainkan fondasi. Situs Cipari harus diangkat sebagai kawasan konservasi dan pendidikan publik. Ia harus dikaji ulang secara komprehensif, dilibatkan dalam narasi sejarah nasional, dan dijadikan pusat kajian prasejarah Nusantara. Jangan lagi membiarkan situs seperti Cipari menjadi "museum bisu" tanpa narasi, tanpa perhatian, tanpa pelibatan komunitas.
Di era digital, situs seperti Cipari juga bisa menjadi kekuatan ekonomi dan budaya. Negara-negara seperti Jepang dan Korea Selatan mampu mengangkat situs-situs sejarah lokal mereka sebagai sumber identitas nasional yang membanggakan. Mengapa kita tidak?
*Penutup: Melawan Lupa, Merawat Ingatan*
Situs Cipari bukan hanya batu dan tanah; ia adalah saksi peradaban. Ia adalah warisan spiritual, sosial, dan intelektual masyarakat Sunda kuno. Melupakan Cipari sama saja dengan mengkhianati leluhur dan mengabaikan jati diri bangsa.
Mari kita lawan lupa. Mari kita rawat ingatan. Sebab bangsa yang besar bukan hanya yang membangun gedung pencakar langit, tetapi yang menghormati pondasi leluhurnya.