"Mari hidup sehat BERTETANGGA. Mari sedikit tundukan keegoan kita, mari sedikit rendahkan keakuan kita. Karena sehebat apapun engkau manusia, ketika kematian tiba, engkau tak kan sanggup menolaknya. Engkau tak mungkin bisa menguburkan jasadmu yang dingin dan kaku sendirian. Betapa lemahnya kita selaku manusia, bahkan matipun kita akan merepotkan orang lain, mungkin tetangga kita yang engkau pernah sakiti hati dan perasaannya.
Ingatlah manusia, tetangga yang engkau acuhkan bahkan pernah kau sakitilah yg akan:
MEMANDIKANMU, MNGKAFANIMU, MENSHLATIMU dan MNGUBURKANMU saat ajal tiba mnumput... Innalillahi...
Rajut erat Siltrahmi sesama tetangga. Ya Rabb sang Maha Cinta, lembutkanlah hati kami kepada sesama. Beriknlah kami kesabaran dan kekuatan dalam mewujudkan kehidupan bertetangga yang harmonis, baldhatun thoyyibatun warrobbun ghafur. Salam Sehat Bertetangga, karena kita manusia, maka bertetanggalah selayaknya manusia bukan yang lainnya. ***
Disarikan dari berbagai sumber
Penulis adalah Akdemisi, Aktivis dan Pemerhati Sosial. kini bergiat di UIN SGD Bandung, UNSUR Cianjur dan Direktur Cianjur Institute Foundations.